Hebat, Walikota Ning Ita Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan, Pemkot Mojokerto Menerima Dana DIF

MOJOKERTO, mediabrantas. id

Walikota yang satu ini memang hebat, gara gara upayanya Untuk Mempercepat Kemiskinan Ekstrem,
Pemerintah Kota Mojokerto menerima Dana Insentif Fiskal (DIF) Tahun 2023..

Penghargaan luar biasa yang diterima Pemkot Mojokerto ini atas upaya yang telah dilakukan Wali Kota Ika Puspitasari, SE bersama jajarannya yang selama bekerja keras untuk mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem di Kota Mojokerto.

Sedangkan DIF ini diterima oleh Ning Ita dalam Rakornas dan Penyerahan Dana Insentif Fiskal Kategori Kinerja Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Tahun Berjalan 2023 di Istana Wakil Presiden, Jl. Medan Merdeka Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis (9/11).

“Saya mengucapkan Alhamdulillah Kota Mojokerto menerima dana insentif dari Pemerintah Pusat,” ucap Ning Ita usai mengikuti Rakornas.

Pemberian DIF kepada daerah ini merupakan tindak lanjut atas Instruksi Presiden No.4/2022 tentang Upaya Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Sebagaimana tertuang dalam KMK Nomor 350 Tahun 2023 DIF yang diterima Kota Mojokerto adalah sebesar Rp 6.495.119.000,-.

Baca Juga:  Relawan Pandawa Gelar Mancing Mania Gratis Desa Mojokarang, Diikuti Oleh Ribuan Massa, Dibuka oleh Gus Dulloh

Dalam kesempatan tersebut Ning Ita menyampaikan bahwa insentif fiskal atas kinerja tahun berjalan yang diterima akan digunakan untuk kegiatan yang manfaatnya diterima maupun dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Dana ini nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung program-program untuk penurunan kemiskinan ekstrem, pengendalian inflasi, penurunan stunting serta peningkatan investasi,” lanjut Ning Ita.

Walikota Mojokerto Ika Puspitasari SE saat memaparkan penghapusan Kemiskinan Ekstrem Tahun berjalan di istana Wakil Presiden
Walikota Mojokerto Ika Puspitasari SE saat memaparkan penghapusan Kemiskinan Ekstrem Tahun berjalan di istana Wakil Presiden

Dalam penurunan kemiskinan ekstrem terdapat tiga indikator penilaian yaitu penurunan penduduk miskin, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Untuk penduduk miskin sudah turun menjadi 5,98% pada tahun 2022 dari 6,39 % pada tahun 2021. Nilai ini lebih rendah dari pada presentase di Jawa Timur berada di angka 11,16% dan Nasional sebesar 10,03%.

Sementara itu Seiring dengan semakin menurunnya angka kemiskinan, TPT juga menurun dari 5,05% di tahun 2022 menjadi 4,73% di tahun 2023. Sementara untuk IPM Kota Mojokerto sudah masuk kategori tinggi pada angka 79,32.

Baca Juga:  Warga Ngrangkah Sepawon Minta Tidak Dianak Tirikan

Disamping ketiga indikator tersebut kinerja pelayanan dasar juga berpengaruh terhadap pemberian DIF. Diantaranya penurunan stunting, dimana pada bulan September 2023 berdasar data E-PPGBM (Elektronik-Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) jumlah anak stunting sudah pada posisi 2,26% atau sekitar 126 anak. SPM dalam bidang pendidikan juga sudah hampir tercapai secara sempurna di tahun 2022 yaitu 99,81.

Pelayanan dasar lainnya adalah akses sanitasi yang layak serta pengelolaan air minum. Dimana di Kota Mojokerto pada tahun 2022, berdasarkan data BPS 95,59% warga sudah mendapatkan akses sanitasi yang layak. Demikian halnya dengan akses air minum, 97,35% warga sudah terpenuhi akses air minum yang layak dikonsumsi. ( Ririn Fadillah/ ADV )

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *