Kunjungi Trenggalek, Gus Mensos Puji Mas Ipin Termasuk Daerah yang Sangat Peduli Terhadap Rekam Data

TRENGGALEK, mediabrantas.id Menteri Sosial (Mensos) RI, Syaifullah Yusuf, melakukan kunjungan kerja kesejumlah tempat di Jawa Timur. Salah satu tujuan kerja Gus Mensos kali ini adalah Kabupaten Trenggalek. Dalam kunjungannya ke Kabupaten Trenggalek mantan Wakil Gubernur Jatim itu mensosialisalisasikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

DTSEN sendiri merupakan basis data tunggal yang terintegrasi untuk mendukung perencanaan, evaluasi program, dan pengambilan keputusan strategis di tingkat pusat hingga daerah. Dalam sosialisasi yang dilakukan Gus Mensos sempat memuji Bupati Trenggalek karena Trenggalek dianggap daerah yang sangat peduli terhadap rekam data.

Hal ini disampaikan Gus Ipul saat melihat semangat Bupati Trenggalek mendukung kehadiran DTSEN yang di cita-citakan Presiden Prabowo melalaui Inpres nomor 4 tahun 2025. Guna mendukung semangat data tunggal ini, Mas Ipin siap menyiapkan tempat khusus di Posko GERTAK untuk petugas BPS yang mengurusi terkait hal ini. Harapannya dengan sinkronisasi antara petugas BPS, Kepala Desa dan operator desa, database DTSEN bisa in-line dengan realita di lapangan, apalagi strata sosial masyarakat bisa berubah setiap saat.

Baca Juga:  Pak Mul WD Berharap Tempat Wisata Di Mojokerto Banyak Dikunjungi Wisatawan Mancanegara, Sehingga Bisa Mendatangkan Devisa Negara

“Kita senang sekali datang ke Trenggalek untuk bertemu Pak Bupati beserta segenap jajaran. Ada operator desa, kepala desa, ada kepala dinas, Forkopimda, DPRD dan juga pendamping-pendamping Kementrian Sosial. Intinya kita ingin berkolaborasi, karena Kabupaten Trenggalek termasuk yang sangat perduli terhadap rekam data. Mereka sudah ada mekanisme dan juga upaya-upaya, tetapi supaya datanya ini sama dengan pusat, provinsi dan juga daerah. Makanya itu Presiden menerbitkan Inpres nomor 4 tahun 2025. Jadi tidak ada lagi lembaga lain selain BPS yang mengolah data,” kata Gus Mentri Sosial, Syaifullah Yusuf di sela kunjungannya di Kabupaten Trenggalek, Minggu (29/3).

Sementara itu, lanjut Gus Mentri “selain BPS Kentrian Sosial membantu pemutakhiran. Saya bersama Pak Bupati melakukan satu rangkaian sistematis terkoordinasi karena data itu dinamis. Setiap hari ada yang lahir, setiap hari ada yang meninggal, setiap hari ada yang menikah, setiap hari ada yang pindah, setiap hari ada yang naik kelas, setiap hari ada yang turun kelas,” imbuhnya.

Baca Juga:  Terduga Penganiaya Viral di Trenggalek Dipastikan Bukan Anggota

Tentu ini perlu koordinasi, perlu sinkronisasi. Dari desa, ke Dinsos, ditandatangani Bupati untuk naik ke atas. Ini adalah pihak pihak yang strategis dalam menghasilkan data, disamping kita mengundang partisipasi masyarakat lewat saluran-saluran yang kita lakukan.

Untuk bantuan-bantuan sosial pemerintah seperti PKH dan lain sebagainya, itu 45% dihasilkan lewat itu. Makanya kita terus berkoordonasi, kita berbagi, mudah-mudahan dengan data yang akurat itu,inter ensinya tepat sasaran dan kemudian berdampak nyata.

Terakhir saya ingin menyampaikan 8 tahun yang lalu saya lihat ada perkembangan yang cukup bagus. Untuk melihat perkembangan kota atau kabupaten itu harus kita lihat 2 sisi. Tata keloala kotanya semakin baik, yang kedua dampak nyatanya itu bisa dirasakan.

Dampak nyatanya itu tentu lebih bersih, rapi dan lebih tertata. Dan iru juga pasti mencerminkan apa yang dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Trenggalek. Sedangkan untuk sekarang yang menjadi PR kita adalah invisible people, orang yang tidak tampak, mereka yang belum terdata, mereka yang belum beruntung, orang yang tersisihkan selama ini dan ada di sekitar kita itu kita bisa rengkuh, bisa kita rangkul dan kita data agar mereka dapat perlindungan sosial. Dan sekaligus juga dapat pemberdayaan sosial masyarakat dari pemerintah maupun non goverment. Agar mereka bisa menjadi keluarga yang punya masa depan. Anaknya bisa sekolah sampai selesai dan keluarganya bisa menjadi keluarga yang lebih mandiri.

Baca Juga:  7.891 KPM di Kota Kediri Terima BLT dari Kemensos

Menanggapi gratifikasi untuk bisa masuk Desil tertentu, Mensos Syaifullah Yusuf menegaskan tidak ada cara lain selain pemutakhiran data. Kita mutakhirkan 3 bulan lagi belum masuk, kita mutakhirkan lagi dan ini terus kita lakukan sampai kita berkoordinasi dengan BPS. (Hari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *