Senkom Mitra Polri Sungai Gelam Buktikan Peran Nyata di Balik Ratusan Jamaah Sholat Ied

Dipublikasikan pada 27 Mei 2026

MUARO JAMBI, mediabrantas.id – Di balik kekhidmatan Sholat Idul Adha yang diikuti ratusan warga LDII Kecamatan Sungai Gelam di halaman Masjid Al Muhajirin, Desa Mingkung Jaya, Rabu pagi, ada denyut nadi pengamanan yang bergerak tanpa henti. Mereka adalah anggota Senkom Mitra Polri Kecamatan Sungai Gelam yang diterjunkan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, tertib, dan lancar, Rabu (27/5).

Idul Adha

Salat Ied dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan Imam dan Khatib H. Ahmad Taslim. Namun sejak pukul 06.30, sejumlah anggota Senkom Mitra Polri sudah bersiaga di titik-titik strategis halaman masjid, mengatur arus kedatangan jamaah hingga parkir kendaraan.

Ketua Senkom Mitra Polri Kecamatan Sungai Gelam, Paryanto, memimpin langsung pengamanan. Menurutnya, kegiatan sebesar ini tentu membutuhkan kolaborasi.

“Ratusan orang berkumpul di waktu yang sama, ditambah nanti akan ada penyembelihan hewan kurban. Kami turunkan personel agar jemaah nyaman beribadah dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ini bentuk pengabdian kami kepada masyarakat,” ujar Paryanto di sela-sela pengamanan.

Baca Juga:  Tawaran Kerja di 4 Negara Ini Perlu Diwaspadai

Idul Adha

Dua anggotanya, Khoiron dan Mario, terlihat sigap mengatur lalu lintas warga yang datang silih berganti. Mereka juga membantu lansia dan ibu-ibu yang membawa anak kecil agar mendapat tempat yang layak di area salat.

“Kami tidak hanya berdiri, tapi juga mengarahkan. Ada beberapa kendaraan yang parkir sembarangan, langsung kami minta pindah supaya akses ambulance atau mobil warga lain tidak terganggu,” kata Khoiron seusai acara.

Sementara, Mario mengaku bangga bisa menjadi bagian dari kelancaran ibadah kurban tahun ini.

“Lelah itu biasa, tapi melihat semua jemaah khusyuk dan prosesi berjalan aman, itu kebanggaan sendiri bagi kami anggota Senkom,” tambahnya.

Di dalam khutbahnya, H. Ahmad Taslim sempat mengingatkan soal kriteria hewan kurban yang sehat: tidak buta, tidak pincang, tidak sobek telinganya, serta tidak patah tanduknya. Ia juga menekankan bahwa Iduladha adalah hari paling utama untuk berkurban.

Baca Juga:  Penanaman Jagung Satu Hektar Dimulai, Dukung Ketahanan Pangan Kuartal III

Idul Adha

Setelah rangkaian salat dan khutbah selesai, Ketua PC LDII Kecamatan Sungai Gelam, H. Fatchurrahman, menyampaikan tausiah yang menggetarkan.

“Ikhlas berqurban, ikhlas berbagi. Kurban sebagai momentum meruntuhkan tembok kesenjangan sosial. Jangan sampai kita kaya harta, tapi miskin empati,” pesannya.

Ia juga mengingatkan ancaman Nabi Muhammad SAW: “Barang siapa yang memiliki kemampuan untuk berqurban, lalu tidak mau berqurban, maka jangan dekat-dekat masjidku.”

Idul Adha

Acara resmi berakhir pukul 08.05 WIB. Berkat pengamanan dari Senkom Mitra Polri, seluruh jemaah dapat kembali ke lingkungan masing-masing dengan tenang untuk melanjutkan penyembelihan hewan kurban. Paryanto mengaku bersyukur dan berharap sinergi ini terus berlanjut.

“Kami hadir bukan untuk menggantikan polisi, tapi untuk menjadi mitra. Hari ini buktinya,” tutup Paryanto. (Dimaz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *