Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Dimulai dari Desa Kebonagung

Dipublikasikan pada 22 September 2026

JOMBANG, mediabrantas.id – Pemerintah Kabupaten Jombang terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi pangan lokal menjadi sumber ekonomi baru. Salah satunya melalui Pembinaan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang di Balai Desa Kebonagung, Kecamatan Ploso, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 30 peserta yang berasal dari kalangan istri petani tembakau. Pembinaan mengangkat tema “Penguatan Ketahanan Pangan melalui Pemanfaatan Potensi Berbasis Kearifan Lokal”.

Program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pangan lokal, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan mengolah bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang Drs. Bambang Sriyadi. M.Si melalui Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Esti Rahaju, mengatakan pengembangan pangan lokal menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Tujuannya memberikan pembinaan dan pelatihan kepada masyarakat agar potensi pangan yang ada di wilayahnya bisa dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi produk yang mempunyai nilai tambah” kata Esti.

Baca Juga:  Rapat Paripurna DPRD Setujui Raperda BPR Jombang Menjadi Perda

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti praktik pengolahan pangan lokal secara langsung. Sebanyak 30 peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk mengikuti pelatihan memasak dengan memanfaatkan bahan pangan yang berasal dari wilayah setempat.

Beberapa bahan yang digunakan antara lain ubi, waluh atau labu, serta jagung. Bahan-bahan tersebut dipilih karena relatif mudah diperoleh masyarakat sehingga diharapkan dapat menjadi bahan baku usaha yang berkelanjutan.

“Bahannya dari wilayah setempat, ada ubi, waluh, dan jagung. Nanti peserta kami bagi menjadi tiga kelompok untuk praktik memasak,” jelasnya.

Menurut Esti, kemampuan mengolah bahan pangan lokal menjadi produk siap konsumsi merupakan keterampilan yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha rumahan. Karena itu, pembinaan tidak berhenti pada aspek memasak, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai bagaimana menghasilkan produk pangan yang aman dan layak dikembangkan.

Untuk memperkuat pemahaman tersebut, kegiatan juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan . Peserta mendapatkan materi mengenai keamanan pangan serta pemahaman terkait perizinan PIRT sebagai salah satu aspek penting dalam pengembangan usaha produk pangan.

Baca Juga:  Satpol PP Jombang Menertibkan Reklame Sepanjang Jalan

Materi tersebut dinilai penting agar masyarakat memahami bahwa produk pangan yang akan dipasarkan harus memperhatikan proses pengolahan, kebersihan, keamanan bahan, hingga legalitas usaha.

“Selain keterampilan mengolah pangan lokal, ada juga materi dari Dinas Kesehatan terkait PIRT, label kemasan serta cara produksi pangan yang baik dan aman untuk industri skala rumahtangga, sehingga produk yang dihasilkan layak dan aman untuk dikonsumsi masyarakat,” terang Esti.

Peserta yang sebagian merupakan istri petani tembakau diharapkan mampu menjadikan keterampilan tersebut sebagai alternatif kegiatan ekonomi keluarga. Terlebih, pengolahan pangan lokal dapat dilakukan dalam skala rumah tangga dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di sekitar tempat tinggal.

Esti berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan benar-benar diterapkan dan dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual.

“Harapannya, dengan adanya pelatihan ini keterampilan peserta semakin bertambah dan bisa menambah penghasilan keluarga. Mereka bisa menghasilkan produk dari bahan pangan lokal yang kemudian dikembangkan menjadi usaha,” ujarnya.

Baca Juga:  Mengajak Masyarakat, Dinas Kominfo bersama Bea Cukai Kediri Berantas Rokok Ilegal di Desa Mojowarno

Lebih jauh, pemanfaatan pangan lokal dinilai memiliki manfaat ganda. Di satu sisi dapat memperkuat keberagaman konsumsi pangan masyarakat, sementara di sisi lain membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi berbasis sumber daya yang ada di wilayahnya sendiri.

Melalui pembinaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jombang mendorong agar pangan lokal tidak hanya dipandang sebagai bahan konsumsi sehari-hari. Dengan sentuhan keterampilan, inovasi, keamanan pangan, dan pengelolaan usaha yang tepat, bahan pangan lokal dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga petani tembakau.

Program PIPL di Desa Kebonagung ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menumbuhkan pelaku usaha pangan lokal yang mampu memanfaatkan potensi desa, meningkatkan keterampilan masyarakat, serta menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.

Dengan demikian, penguatan ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan pangan, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu mengolah, mengembangkan, dan memberikan nilai tambah terhadap pangan yang tumbuh dari potensi daerahnya sendiri. (Budi Tanoto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *