SAMPANG, mediabrantas.id – Rencana dialog antara Aliansi Masyarakat Sampang (AMS) dan Pimpinan DPRD Kabupaten Sampang terkait dugaan pembangunan jembatan di Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Selasa (17/9/2025), berujung antiklimaks. Puluhan warga yang tergabung dalam AMS pulang dengan rasa kecewa karena pimpinan dewan tidak dapat ditemui.
Koordinator AMS, Zainal menyebut, pihaknya telah melayangkan surat permohonan audiensi sejak sepekan sebelumnya. Namun hingga hari pelaksanaan, tidak ada konfirmasi resmi.
“Kami datang dengan niat baik, membawa surat resmi. Tapi aspirasi rakyat seolah diabaikan,” ungkapnya dengan nada kesal.
Menurut Zainal, ketidakhadiran unsur pimpinan DPRD merupakan sinyal lemahnya komitmen wakil rakyat mendengar keluhan masyarakat. Ia menegaskan AMS akan terus mengawal dugaan penyimpangan pada proyek jembatan bernilai miliaran rupiah itu.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Mahfud, yang hadir menemui massa, menuturkan persoalan ini murni akibat miskomunikasi internal.
“Surat dari AMS memang belum mendapat disposisi ketua dewan. Ditambah adanya agenda paripurna hari ini, sehingga pertemuan terpaksa diundur,” jelasnya.
AMS berencana menjadwalkan ulang pertemuan, dengan harapan seluruh pimpinan dewan dapat hadir. Mereka menegaskan keinginan agar pembahasan proyek jembatan segera mendapat kejelasan, demi transparansi penggunaan anggaran publik. (Hadi)






