Bupati Berangkatkan Takbir Keliling Jalan Kaki Idul Adha 1444 H

NGAWI, mediabrantas.id – Bupati Ngawi H. Ony Anwar Harsono, S.T., M.H. memberangkatkan peserta Lomba Takbir Keliling Jalan Kaki Idul Adha 1444 H yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama Kakemenag (Kantor Kementerian Agama) Ngawi, Kamis malam, 29 Juni 2023.

Pemberangkatan peserta Lomba Takbir Keliling Jalan Kaki Idul Adha 1444 H di Masjid Agung Baiturrohman Ngawi ini dihadiri oleh Wakil Bupati Ngawi, Dwi Riyanto Jatmiko, Ketua DPRD Kab. Ngawi, Heru Kusnindar, Kepala Kantor Kemenag Kab. Ngawi, Drs. H. Moh. Wahib, M.Pd, Ketua MUI Kab. Ngawi, Dr. K.A. Halil Thahir, dan Sekretaris PHBI Kabupaten Ngawi, Faruq Nur Qomar.

https://mediabrantas.id/wp-content/uploads/2025/12/Dinas-Pertanian-dan-Pangan-Kabupaten-Trenggalek.jpg

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, di antaranya Dandim 0805 Ngawi, Letkol Inf. Adi Wirawan, S.Hub.Int, Danyon Armed 12 Ngawi, Letkol Arm. Didik Kurniawan, S.I.P, Wakapolres Ngawi, Kompol Hendry Ferdinand Kennedy, S.H.,S.I.K.,M.I.K, Sekda Kabupaten Ngawi, M. Shodiq Triwidyanto, dan OPD se Kabupaten Ngawi.

Baca Juga:  Pokmas Bambu Mas Gelar Tasyakuran Atas Bantuan Mesin Anyaman dari Pokir Pak Lutfi
Bupati Ngawi H. Ony Anwar Harsono, S.T., M.H. (foto:Hikam)

Bupati yang akrab disapa Mas Ony tersebut saat diwawancarai menyampaikan, kegiatan semacam ini merupakan alarm pengingat untuk semua umat terhadap Hari Besar Keagaaman agar bisa mengambil hikmah dari kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini merupakan dakwah syiar kita, terutama bagaimana kita terus diingatkan terkait Hari Besar Keagamaan, terutama Idul Adha. Jadi rutin kita adakan kegiatan takbir keliling seperti ini, yang insyaalloh bisa memeriahkan Idul Adha 1444 H. Peserta takbir keliling agar diberi bekal lagi supaya bisa mengilhami apa makna dari berqorban atau Idul Adha itu sendiri,” ujarnya.

Mas Ony juga menjelaskan, pada Lomba Takbir Keliling Hari Raya Idul Adha 1444 H ini ada 13 grup peserta, dan ada empat macam kreteria peserta. Jumlah ini kita batasi karena bukan kuantitas yang kita unggulkan, akan tetapi kualitas dan mayoritas peserta pada lomba ini adalah pelajar.

Baca Juga:  Melalui Program PKBL, PT Garam Serahkan Kontainer dan 300 Tong Sampah

“Peserta yang ikut ada empat kreteria, dari mulai SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA , UMUM dan totalnya ada 13 grup peserta. Dari SD/MI ada tiga peserta, SMP/MTS ada empat, SMA/MA ada empat, dan UMUM ada dua. Ini memang dibatasi, maksimum peserta hanya ada 15 saja,” jelasnya.

Bupati Mas Ony berharap, kegiatan takbir keliling tersebut pada tahun mendatang akan semakin baik dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kami berharap, semakin hari harus semakin baik. Jadi bukan dari kuantitas atau jumlahnya yang banyak, akan tetapi secara kualitasnya berkurang. Peserta yang perform jauh hari sudah dikomunikasikan dan ada kreteria yang harus dipenuhi, yang bisa memenuhi baru bisa didaftarkan,” tegasnya.

Kyai Afifudin Khoir, S.Psi., M.Pd. Pengasuh Pondok Pesantren Darul Quran Beran Ngawi (foto:Hikam)

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Darul Quran Beran Ngawi, Kyai Afifudin Khoir, S.Psi., M.Pd. menyatakan, masyarakat sangat antusias sekali adanya takbir keliling Idul Adha yang digelar Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama Kantor Kementerian Agama Ngawi tersebut.

Baca Juga:  Bupati Ngawi Hadiri Penanaman Buah dan Sengon di Desa Guyung

“Ya semakin tahun semakin bagus ya antusiasme dari masyarakat untuk melihat meskipun tiap tahun mungkin berulang kali, ada Agustusan ada Pekan Muharrom ada Takbir Idul Fitri dan Idul Adha, tapi masih sangat dirindukan oleh masyarakat,” katanya.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Ketua FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah) Kabupaten Ngawi ini, kegiatan Takbir Keliling Jalan Kaki tersebut selain syiar agama, juga sebagai bagaian dari hiburan masyarakat, karena hari ini mereka butuh acara-acara religi yang membuat masyarakat akan semakin dekat dengan agama Islam.

Peserta dari SMAN 1 Ngawi dengan tema Alfi Laeila Wa Laeila (foto:Hikam)

Seperti diketahui, dalam Lomba Takbir Keliling Jalan Kaki Hari Raya Idul Adha 1444 H ini para peserta ada yang mengusung tema-tema Idul Adha, dari SMAN 1 Ngawi mengambil tema seribu satu malam (Alfi Laiela Wa Laiela) yang dicerita secara gerakan-gerakan tubuh, dan lain sebagainya. (Hikam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *