TRENGGALEK, mediabrantas.id – Pemerintah Kabupaten Trenggalek tengah berupaya keras mencari solusi atas polemik status lahan sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Desa Sengon, Kecamatan Bendungan. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mengungkapkan bahwa pembelian lahan menjadi salah satu opsi utama yang saat ini digodok.
Menariknya, upaya ini justru mendapat angin segar dari warga setempat. Masyarakat disebut memiliki inisiatif untuk bergotong royong menggalang dana guna membantu pembelian tanah tersebut.
“Ya itu ada di Desa Sengon, Kecamatan Bendungan, kami juga cari solusi bagaimana bisa membantu,” ujar Mas Ipin, sapaan akrab Bupati Trenggalek.
Ia menjelaskan, nantinya aset tanah yang sudah dibeli akan dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Dengan begitu, aktivitas belajar mengajar tetap berjalan lancar dan sekolah bisa mendapatkan fasilitas pembangunan yang lebih layak.
Warisan Gotong Royong yang Kini Berbelit Administrasi
Menurut Mas Ipin, akar persoalan ini bermula dari praktik di masa lalu. Saat itu, pembangunan fasilitas pendidikan lebih didorong oleh semangat gotong royong tanpa diimbangi kejelasan administrasi yang memadai.
“Kami kan tidak tahu zaman dulu. Orang baik sudah membangun sekolah demi kepentingan masyarakat, tapi akadnya seperti apa dulu? Tidak ada hitam di atas putih,” ungkapnya.
Namun, semangat luhur tersebut kini berbenturan dengan aturan zaman sekarang. Masalahnya kian kompleks setelah muncul ahli waris dari pemilik lahan asli. Para ahli waris yang tidak mengetahui kesepakatan lisan di masa lalu itu kini menuntut kejelasan status tanah.
“Ada ahli waris yang tidak mau tahu dulu perjanjian bapaknya atau mbahnya dengan pihak tertentu. Sehingga sekarang mengharap sekolahnya ditutup, atau lahannya dibeli,” jelas Mas Ipin.
Butuh Kebijakan dan Kepemimpinan Kuat
Situasi ini jelas menjadi dilema bagi pemerintah daerah. Di satu sisi, pendidikan anak-anak tidak boleh terganggu. Di sisi lain, hak-hak ahli waris juga harus dihormati.
“Kalau semuanya diberlakukan sama dan APBD yang harus membeli semua, itu nanti saya khawatir. Ini kebijakan yang perlu kami ambil. Di samping itu, saya butuh kepemimpinan yang kuat untuk menyelesaikan masalah itu,” imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten Trenggalek saat ini masih terus mengkaji langkah terbaik. Yang terpenting, seluruh solusi yang dihasilkan nantinya tidak boleh mengganggu keberlangsungan pendidikan bagi para siswa di SD Negeri Desa Sengon. (Hari)






