MOJOKERTO, mediabrantas.id – Saat ini Jembatan Turi di Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto yang sempat viral di Medio Sosial Tik Tok karena mengalami kerusakan yang cukup hebat dan kondisi ini dianggap membahayakan bagi pengendara yang melewati jembatan “Bergoyang” ini yang pada akhirnya sudah menjadi salah satu prioritas pembangunan Kementerian PUPR tahun ini.
Bahkan sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Mojokerto kini tengah menyiapkan perencanaan sebagai dasar pembangunan jembatan yang melintang di atas Sungai Porong tersebut.
Sementara Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Yuni Laili Faizah membenarkan, belakangan ini Jembatan Turi yang sudah mengalami kelapukan dan lantai nya plat besi itu tengah menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
Bahkan, atensi tersebut ditunjukkan melalui peninjauan langsung bersama anggota DPR dan Bupati Mojokerto beberapa waktu lalu.
’’Setelah dilakukan peninjauan lapangan beberapa waktu lalu, Kementerian PUPR memberikan atensi untuk pembangunan Jembatan Turi tahun ini,’’ kata Kadis PUPR Kabupaten Mojokerto Hj. Yuni Laili Faizah, ST, MT.
Di tempat terpisah, Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Al-Barra yang akrab disapa Gus Barra ini saat diwawancarai media ini di Hotel Aston Mojokerto saat diadakan acara “Konsultasi Publik” Pemindahan Ibukota Kabupaten Mojokerto ke Mojosari, Selasa (03/02/2026) tersebut menjelaskan bahwa jembatan leminggir yang mengalami kerusakan dan sempat viral di Medsos Tik tok itu dipastikan akan dibangun secara total di bulan April mendatang, dan biayanya Sangat besar, karena anggarannya Milyaran.
Untuk itu Gus Bsalam Barra dalam kesempatan ini mengucapkan terima kasih atas berbagai aduan yang masuk melalui Media Sosial (Medsos) terkait kondisi Jembatan Turi di Desa Leminggir, Mojosari.
“Saya memahami kegelisahan warga yang setiap hari melintas dan mengandalkan jembatan ini untuk bekerja, sekolah, maupun aktivitas ekonomi. Karena itu, beberapa waktu lalu saya melakukan peninjauan langsung untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut,” ucap Gus Bupati Barra.
Dalam kunjungannya bersama perwakilan Bina Marga PUPR Pusat, dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Forkopimca Mojosari, dan Kepala Desa Leminggir Bupati Gus Barra mengatakan.
“Saat itu kami melakukan survei menyeluruh untuk melihat struktur jembatan dan kebutuhan teknis yang diperlukan. Langkah ini menjadi dasar penting sebelum dimulainya pembangunan ulang secara total agar prosesnya tepat sasaran dan sesuai standar keamanan,” lanjut Bupati Gus Barra.
Menurut Gus Barra, Dipastikan Bulan April setelah Hari Raya, Insya Allah, pembangunan menyeluruh Jembatan Turi dijadwalkan dimulai pembangunannya.
Bupati Gus Barra berharap dengan terbangunnya Jembatan Turi Desa Lembinggir ini, maka akses masyarakat bisa semakin lancar dan aman, mengingat jembatan ini merupakan jalur vital penghubung antar wilayah di Mojosari.
“Mohon doa dan dukungan panjenengan khususnya warga sekitar, pokoknya semuanya, agar pembangunan jembatan nantinya bisa berjalan lancar dan membawa manfaat bagi warga,” pinta Bupati Gus Barra.
Sementara itu, Kepala Desa Leminggir, H. Khusaeni, SH, yang ditemui media ini di Balai Desa Lembinggir menegaskan, dari hasil peninjauan lapangan sebelumnya, kementerian terkait sudah memberikan angin segar akan membangun jembatan tahun ini, atau bulan April mendatang.
Sehingga, Lurah Khusaeni pun berharap ke depan aktivitas warga tak lagi dibayangi bahaya kecelakaan atau tercebur sungai, khususnya bagi para petani, pelajar, hingga pedagang, agar bisa melintasi jembatan dengan aman dan nyaman.
Menurut Lurah Khusaeini, bahwa Jembatan Turi ini adalah jalur vital penghubung antara Mojosari dengan Sidoarjo, dan jembatan tersebut satu-satunya akses bagi petani menuju areal persawahan, dan di sisi selatan sungai itu, setelahnya ada sekitar 100 hektare lahan persawahan warga di Desa Leminggir.
’’Sehingga mau tidak mau, para petani setiap hari harus menyeberang jembatan,” ucap Lurah Khusaeini.
Menurut pria berbadan besar dan tinggi itu, bahwa Jembatan yang melintas di atas Sungai Porong ini memang perlu dilakukan revitalisasi, Selain kondisinya yang memprihantinkan lantaran usianya sudah tua, sejak 1997 lalu jembatan tak pernah tersentuh perbaikan.
“Padahal, belakangan menjadi akses utama mobilitas warga sekitar, Baik untuk mendukung sektor pertanian, kesehatan, pendidikan, hingga perekonomian warga sekitar,” lanjut Lurah Khusaeini berharap cepat dibangun. (Ririn Fadillah)






