Cegah Gejolak Aksi Warga, Komisi II DPRD Sampang Turun Langsung ke Disperta-KP

SAMPANG, mediabrantas.id – Isu rencana aksi demonstrasi masyarakat, mendorong Komisi II DPRD Kabupaten Sampang bergerak cepat. Ketua Komisi II, Alan Kaisan, bersama sejumlah anggota melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta-KP) Sampang, Jumat (2/1/2026).

Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas beredarnya informasi adanya surat aspirasi masyarakat yang berpotensi berujung aksi unjuk rasa. DPRD ingin memastikan bahwa keluhan warga benar-benar ditangani dan tidak berlarut-larut.

https://mediabrantas.id/wp-content/uploads/2025/12/Dinas-Pertanian-dan-Pangan-Kabupaten-Trenggalek.jpg

“Kami datang untuk memastikan aspirasi masyarakat sudah diterima dan ditindaklanjuti. Jangan sampai ada miskomunikasi yang memicu kegaduhan,” ujar Alan Kaisan usai sidak.

Selain menyerap aspirasi, Komisi II juga menaruh perhatian pada realisasi program pertanian, khususnya penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dalam APBD Perubahan. Alan mengakui, masih terdapat sejumlah alsintan yang belum tersalurkan akibat kendala teknis.

Baca Juga:  Jurnalis, Forkopimda & Polri di Magetan Beradu Strategi Pancing Lele

“Secara administrasi tidak ada persoalan besar, SK penerima sudah terbit. Namun ini menjadi catatan penting agar ke depan distribusi alsintan tidak terlambat, apalagi sangat dibutuhkan petani saat musim tanam,” tegasnya.

Komisi II DPRD Kabupaten Sampang

Sementara itu, Kepala Disperta-KP Sampang, Suyono, menyambut positif sidak tersebut. Ia mengapresiasi perhatian dan pengawasan yang dilakukan DPRD terhadap kinerja instansinya.

“Kami berterima kasih atas dukungan Komisi II. Memang sebelumnya ada rencana aksi dari kelompok masyarakat tertentu, namun alhamdulillah tadi malam sudah dibatalkan,” ungkapnya.

Menurut Suyono, kehadiran anggota dewan juga sekaligus memastikan situasi di internal dinas tetap kondusif serta aspirasi masyarakat dapat difasilitasi dengan baik.

Terkait program tahun anggaran 2025, ia menjelaskan bahwa sebagian besar kegiatan telah tuntas. Hanya beberapa pekerjaan fisik yang masih dalam proses penyelesaian.

“Yang tersisa tinggal traktor roda dua. Untuk alsintan lainnya, baik dari APBD maupun bantuan kementerian, secara teknis sudah clear dan SK penerima lengkap,” pungkasnya.

Baca Juga:  RSU Muhammadiyah Kota Kediri Sanggah Isu Negatif

Dengan sidak tersebut, DPRD berharap potensi gejolak dapat diredam sejak dini, sekaligus memastikan program pertanian benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat petani di Sampang. (Hadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *