Dinas Perikanan Trenggalek Raih Juara III TIF 2025 Lewat Inovasi “MANGLOVE”

TRENGGALEK, mediabrantas.id – Dinas Perikanan Kabupaten Trenggalek kembali menorehkan prestasi dengan meraih Juara III Trenggalek Innovation Festival (TIF) 2025 melalui inovasi bertajuk “MANGLOVE”.

Inovasi ini dinilai mampu menghadirkan solusi terintegrasi yang menggabungkan pelestarian lingkungan dengan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

Ajang TIF 2025 yang digelar Pemerintah Kabupaten Trenggalek diikuti 56 inovasi dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, puskesmas, hingga satuan pendidikan.

Proses penilaian dilakukan secara ketat, meliputi penulisan proposal, pembuatan video inovasi, presentasi, serta wawancara dengan dewan juri.

Penghargaan Juara III diserahkan langsung oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin kepada Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Trenggalek, Cusi Kurniawati, pada puncak acara TIF 2025 yang digelar Jumat, 12 Desember 2025, di GOR Gajah Putih Trenggalek.

Cusi menjelaskan, inovasi MANGLOVE lahir dari keluhan pengelola Mangrove Pancer Cengkrong (MPC), yakni Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Kejung Samudera. Kawasan yang sempat viral sebagai destinasi ekowisata itu mengalami penurunan signifikan sejak 2019, diperparah oleh pandemi Covid-19 serta kerusakan sarana dan prasarana.

Baca Juga:  Modus Jadi Dukun, Sepasang Kekasih Diamankan Polisi

“MANGLOVE kami rancang sebagai solusi pemberdayaan masyarakat melalui hilirisasi produk mangrove, dengan tujuan menjaga keseimbangan antara kelestarian ekologi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, sekaligus mendukung terwujudnya Trenggalek Net Zero Carbon,” ujar Cusi.

Inovasi MANGLOVE mengusung empat program utama, yakni:
1. MANGLOVE-KU
Program adopsi mangrove dengan sistem tagging dan e-sertifikat karbon bagi donatur. Dengan kontribusi Rp10.000, donatur memperoleh adopsi satu bibit mangrove, penandaan nama, e-sertifikat, biaya penanaman dan perawatan dengan garansi hidup satu tahun, serta edukasi mangrove bagi yang menanam secara mandiri di lokasi.

2. MANGLOVENTURE
Edukasi petualangan jelajah hutan mangrove berbasis Augmented Reality (AR). Dengan tiket Rp25.000, pengunjung mendapatkan akses ekowisata MPC, edukasi mangrove, jelajah AR dan permainan edukatif, satu bibit mangrove, e-sertifikat, serta souvenir.

3. MANGLOVENAK
Pengembangan produk olahan mangrove seperti sirup dan teh, serta biota mangrove seperti kepiting dan kerang. Setiap pembelian senilai Rp100.000 setara dengan donasi oksigen satu bibit mangrove.

Baca Juga:  Nurhadi NasDem Cari Solusi Isu Kruisial di Papua

4. MANGLOVENIR
Penjualan souvenir ramah lingkungan seperti kaos, topi, dan gantungan kunci. Setiap transaksi Rp200.000 turut mendonasikan oksigen satu bibit mangrove.

Keberhasilan MANGLOVE juga didukung kolaborasi ABCGM (Akademisi, Bisnis, Community, Government, dan Media), mulai dari kegiatan penanaman mangrove, bantuan perahu susur Pancer Cengkrong, bimbingan teknis olahan mangrove, hingga pengkajian biota mangrove.

Atas capaian tersebut, Cusi mengaku bangga dengan kinerja timnya.

“Saya bangga dengan prestasi ini, terutama atas kreativitas dan inovasi para ASN muda di Dinas Perikanan. Harapan kami, inovasi yang lahir dan terimplementasi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung agenda Trenggalek Net Zero Carbon,” pungkasnya. (Yus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *