MADIUN, mediabrantas.id – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun, Jawa Timur menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Kaibon, Kecamtan Geger, Kabupaten Madiun, Kamis, 11 September 2025.

Gerakan Pangan Murah (GPM) keliling yang dilaksanakan secara sinergi antara Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun, bersama PT.Rajawali Nusindo Madiun dan PT.Perusahaan Perdagangan Indonesia Madiun pada bulan September tahun 2025 berlokasi di tiga desa di Kecamatan Geger, meliputi Desa Geger, Desa Pagotan dan Desa Kaibon.
Kegitan ini dilaksanakan secara rutin tiap bulan, mulai bulan Februari sampai dengan bulan Desember 2025, atau sejumlah 36 dalam satu tahun tersebar di 15 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Madiun.

Kegiatan gerakan pangan murah (GPM) keliling merupakan salah satu bentuk intervensi Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun dalam menjaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), kususnya komoditas pangan strategis.

Kepala Bidang Ketersidaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun, Tjahyo Sukmono Djati, SE., MM mengatakan, bahwa salah satu kunci keterkendalinya inflasi di Kabupaten Madiun adalah dengan menjaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hal ini sejalan dengan surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor : 500.1.2/2/510/SJ Tentang Pengendalian Harga dan Stok Pangan Pokok tanggal 26 Januari 2024.
“Tujuan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) keliling ini antara lain meningkatkan akses komoditas pangan strategis yang berkualitas bagi masyarakat dengan harga terjangkau dan menjaga Setabilitas Pasokan dan Harga Pangan di tingkat masyarakat,” kata Tjahyo Sukmono Djati, SE., MM, Kamis 11 September 2025.

Harapannya, kata Tjahyo Sukmono Djati, SE., MM, kita Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun, masyarakat dapat mengakses atau membeli komoditas pangan strategis dengan harga yang terjangkau, sehingga meringankan beban sehari-hari masyarakat Kabupaten Madiun.
“Tiap bulan keliling rata-rata satu bulan tiga kali, mulai bulan Februari sampai Desember 2025. Ini kita laksanakan bersinergi dengan PT.Rajawali Nusindo Madiun dan PT.Perusahaan Perdagangan Madiun sudah berjalan lama, bulan Februari hingga September kurang lebih 27 gerakan pangan murah kita laksanakan di desa-desa tersebar 15 kecamatan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Tjahyo Sukmono Djati, SE., MM menjelaskan, maksud dan tujuan dari Gerakan Pangan Murah salah satunya untuk pengendalian inflasi, terutama dengan menyediakan kepada masyarakat komoditas pangan strategis yang berkualitas dan harga terjangkau, sehingga Kabupaten Madiun dalam komoditas dapat stabil.

Beberapa komoditas pangan strategis yang dijual dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) keliling di Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, antara lain minyak goreng merk Fortuner ukuran 1 liter dengan harga Rp. 17.000,- telur 1 kg dengan harga Rp. 23.000,- gula kemasan sederhana dengan harga RP. 14.000,- dan beras medium SPHP dengan harga Rp.60.000/ kemasan 5 kg.
Selain kegiatan GPM keliling yang dilakukan secara sinergi dalam menjaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (PSHP), Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun telah melaksanakan upaya perluasan atau penyebaran Gerakan Pangan Murah melaui pembentukan kios pangan Bumdesma LKD sejak tahun 2024 yang tersebar di 13 kecamatan se Kabupaten Madiun, dimana masyarakat dapat mengakses atau menbeli komoditas pangan strategis yang berkualitas dengan harga terjangkau.
“Gerakan Pangan Murah keliling di beberapa desa dan keberadaanya Kios Pangan Bumdesma LKD merupakan kepedulian Pemerintah Kabupaten Madiun dalam menyediakan komoditas pangan yang berkualitas dengan harga terjangkau, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah,” pungkasnya.
Sementara itu, Sumiati, salah satu warga Desa Kaibon yang pada saat itu belanja beras, minyak goreng, gula, telur, merasa bersyukur dengan dilangsungnya gerakan kios pangan keliling secara mudah dengan harga lebih rendah di pasar.
“Alhamdulillah, harganya selisih di pasar dan kualitasnya bagus. Semoga dengan adanya gerakan kios pangan keliling, warga lebih antusias,” ucap Sumiati. (ADV /Sugeng Rudianto)






