BANYUWANGI, mediabrantas.id – DPRD Banyuwangi mengapresiasi pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Banyuwangi Tahun 2027 yang digelar di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Rabu (4/3).
Dewan berharap forum perencanaan pembangunan tahunan tersebut mampu merumuskan program-program yang benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Siti Mafrochatin Ni’mah, hadir langsung dalam forum tersebut. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Ni’mah menyampaikan, mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, secara eksplisit disebutkan bahwa unsur penyelenggara pemerintahan daerah adalah Pemerintah Daerah (Pemda) dan DPRD.
“Sehingga tepat sekali selalu ada sinergi antara kepala daerah (Bupati) dan DPRD dalam penyusunan perencanaan pembangunan. Bahkan DPRD ikut terlibat dalam Musrenbang sejak di tingkat desa dan kecamatan,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting agar kebijakan pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menguatkan demi kepentingan masyarakat luas.
Ni’mah menjelaskan, tema pembangunan Banyuwangi tahun 2027 adalah “Penguatan Daya Saing SDM dan Ekonomi Lokal Berbasis Hilirisasi dan Pariwisata Berkelanjutan yang Berdampak pada Kesejahteraan Masyarakat.”
Tema tersebut, kata dia, harus benar-benar diterjemahkan ke dalam program konkret yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
“Besar sekali harapan kami dari DPRD Banyuwangi agar pelaksanaan Musrenbang 2027 kali ini mampu membuat program kegiatan yang betul-betul dibutuhkan masyarakat,” tuturnya.
Sesuai dengan tema tersebut, ia menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM), terutama di sektor pendidikan.
“Jangan sampai ada anak Banyuwangi yang tidak bersekolah. Jangan sampai ada anak Banyuwangi yang putus sekolah. Jangan sampai ada anak Banyuwangi yang bodoh dan terbelakang,” tegasnya.
Perkuat Layanan Kesehatan dan Beasiswa
Selain pendidikan, pembangunan SDM juga berkaitan erat dengan peningkatan layanan kesehatan.
Ni’mah menyebut fasilitas rumah sakit di Banyuwangi sudah sangat baik dengan dukungan jumlah dokter yang memadai.
Ia juga menyoroti program Beasiswa Banyuwangi Progresif yang dinilai strategis dalam meningkatkan kualitas SDM daerah, khususnya di bidang kesehatan.
“Beasiswa ini memprioritaskan dokter spesialis dan jurusan kesehatan,” ujarnya.
Dengan program tersebut, diharapkan kebutuhan tenaga medis di masa depan dapat terpenuhi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Tak hanya itu, Pemkab Banyuwangi juga memberikan penghargaan kepada ASN, non-ASN, maupun masyarakat yang berinovasi dan menghasilkan karya.
Inovasi tersebut akan diperjuangkan hak kekayaan intelektualnya agar memiliki perlindungan hukum.
Menurut Ni’mah, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem inovasi dan mendorong daya saing daerah, terutama dalam penguatan ekonomi lokal berbasis hilirisasi dan pariwisata berkelanjutan.
“Dengan berbagai program yang dijalankan, kami berharap masyarakat Banyuwangi adaptif, produktif, inovatif, dan betul-betul berdaya saing,” pungkasnya.
Musrenbang 2027 diharapkan menjadi momentum strategis dalam merancang arah pembangunan Banyuwangi ke depan, agar pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas SDM benar-benar berdampak nyata pada kesejahteraan masyarakat. (*/Amarta)






