DPRD dan Bupati Blitar Diisukan Renggang

BLITAR, mediabrantas.id – Isu ketegangan hubungan antara DPRD dan Bupati Blitar kembali mencuat. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, M.Rifa’i yang juga menjabat sebagai Sekretaris PKB Kabupaten Blitar menepis kabar tersebut.

M.Rifa’i menegaskan, bahwa komunikasi antara eksekutif dan legislatif berjalan normal. Menurut M.Rifa’i, dinamika yang terjadi hanyalah bagian dari proses dalam diskusi.

https://mediabrantas.id/wp-content/uploads/2025/12/Dinas-Pertanian-dan-Pangan-Kabupaten-Trenggalek.jpg

“Perencanaan itu kewenangan Bupati, dewan punya kewenangan sebagai budgeting, berarti kan harus singkron, namanya pembahasan belum berjalan kok sudah dianggap tidak sinkron,” ungkap wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar M.Rifai, Rabu (13-08-2025).

M.Rifa’i menjelaskan, dalam tata kelola pemerintahan, perencanaan adalah kewenangan Bupati, sementara Dewan memiliki kewenangan dalam hal penganggaran( budgeting ). Kedua fungsi Ini harus berjalan selaras. Oleh karena itu,ia menilai terlalu dini jika ada pihak yang langsung menyimpulkan hubungan tidak harmonis hanya karena proses pembahasan belum rampung.

Baca Juga:  Gerakan Rakyat Blitar Menggugat Berdemo di Depan Gedung DPRD

“Baru kalau nanti tidak terjadi keselarasan dan kesepakatan,yaa berarti butuh perencanaan yang baik dan budgeting yang pas,” tegasnya.

Diketahui isu kerenggangan hubungan ini muncul ditengah gagal digelarnya Rapat Paripurna Penyampaian Penjelasan Bupati Blitar mengenai Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara ( PPAS) tahun 2026 beberapa waktu lalu.

Rapat krusial itu batal digelar karena tiga fraksi besar, yakni PKB, Gerindra dan Golkar kompak tidak hadir dalam paripurna yang digelar pada hari Jum’at 08-08-2025 lalu.

Peristiwa ini langsung memicu spekulasi publik, apakah ini bukti pecah kongsi antara fraksi – fraksi tersebut dengan Bupati Blitar.

Dari situlah muncul isu bahwa hubungan antara DPRD dan Bupati Blitar merenggang karena tidak sejalannya beberapa program. Namun situasi itu di pandang DPRD Kabupaten Blitar sebagai hal yang lumrah dalam proses diskusi soal anggaran.

Baca Juga:  Biaya PTSL di Desa Warungdowo Capai 4 Juta ?

“Komunikasi tetap berjalan kok. Semua butuh proses diskusi tidak ujug-ujug,” tandasnya.

Sebelumnya, Bupati Blitar, Rijanto juga telah membantah atas isu itu. Orang nomor satu di Kabupaten Blitar tersebut dengan tegas menyebut bahwa hubungan eksekutif dan legislatif di bumi Penataran baik – baik saja dan harmonis.

“Menyatu semua tidak ada masalah, siapa yang bilang kurang harmonis,kan malah saya ajak main ketoprakan itu juga kok,” jawab Rijanto menanggapi isu tersebut pada Selasa (12-08-2025).

Rijanto menegaskan, bahwa komunikasi antara eksekutif dan legislatif terus berjalan lancar. Ia menyebut, setiap kebijakan dan program yang di jalankan oleh Pemkab Blitar selalu di diskusikan dan disinergikan dengan DPRD.

“Pembahasan program – program APBD lancar sesuai aturan aturan yang ada,” tegasnya.

Bupati Blitar itu pun mempertanyakan siapa yang mengembuskan isu soal kerenggangan hubungan antara eksekutif dan legislatif tersebut. Pasalnya selama ini, Rijanto dan Wakilnya Beky Hardiansyah tetap menjalin komunikasi yang baik dengan DPRD Kabupaten Blitar.

Baca Juga:  Wujud Moderasi Beragama, Pj. Walikota Mas Ali Kuncoro Inisiasi Program Bersih - Bersih Rumah Ibadah

“Tidak ada masalah selama ini kita di Kabupaten Blitar hubungan dengan legislatif nyaman tidak ada masalah,” imbuhnya. (Dasarudin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *