KEDIRI, mediabrantas.id – Perkumpulan sosial penyehat tradisional yang tergabung dalam Sedulur Dadah PeGePe (SEDAP) Joyoboyo, kembali menggelar aksi bakti sosial bagi warga masyarakat yang mempunyai permasalah kesehatan, di Balai Desa Jarak, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Sabtu, 10 Januari 2026.
Tampak ratusan praktisi penyehat tradisional Sedulur Dadah PeGePe Joyoboyo secara bergantian melayani ratusan warga dengan berbagai macam keluhan, seperti kesemutan, leher kaku, asma, migren, asam lambung, paru-paru, hingga stroke, dan lain sebagainya.

Ketua Sedulur Dadah PeGePe Joyoboyo, Agus Bayu dikonfirmasi mengatakan, kegiatan bakti sosial ini merupakan agenda rutin dari paguyuban yang dipimpinnya, namun tempat pelaksanaannya berpindah-pindah, tidak hanya di satu tempat saja.
“Alhamdulillah hari ini kami bisa hadir di Balai Desa Jarak bersama teman-teman praktisi penyehat tradisional dari berbagai penjuru daerah, bukan hanya dari Kediri saja, tetapi juga dari Blitar, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, dan lainnya,” kata Bayu.

Menurutnya, Sedulur Dadah PeGePe Joyoboyo ini merupakan perkumpulan sosial penyehat tradisional yang terdiri dari praktisi, simpatisan, dan pemerhati pijat yang sudah berbadan hukum.
“Para praktisi penyehat tradisional ini semuanya sudah terlatih dan mempunyai izin praktek, bukan hanya sekedar bisa memijat begitu saja. Mereka juga sudah terbiasa menangani berbagai macam keluhan kesehatan di tempat praktek masing-masing, dan kita ajak bakti sosial disini,” ungkapnya.
Ditambahkan Bayu, selain dilakukan terapi pemijatan, para pasien juga diberikan pemahaman cara mengatasi penyakit yang dideritanya sendiri, sehingga tidak harus bergantung kepada orang lain.
“Kami juga mengajarkan teknik-teknik untuk mengatasi penyakit para pasien, sehingga warga tidak harus menggantungkan diri kepada orang lain, tetapi setiap hari juga bisa melakukan terapi sendiri di rumah. Dengan begitu, kesehatannya dapat terjaga,” ulasnya.

Masih menurut Bayu, kegiatan bakti sosial ini dilakukan semata-mata untuk menanamkan pemahaman kesehatan, sekaligus menggugah warga masyarakat untuk selalu menerapkan pola hidup sehat.
“Terapi pijat ini merupakan salah satu pengobatan ampuh peninggalan nenek moyang sejak jaman dahulu. Bahkan mereka tidak pernah menggunakan bahan kimia. Makanya orang-orang dahulu itu usianya panjang-panjang dan selalu sehat,” tuturnya.

Bayu juga mempersilahkan siapa saja yang ingin belajar terapi pijat untuk bergabung dengan Sedulur Dadah PeGePe Joyoboyo, supaya bisa memahami tentang teknik pemijatan, dan nantinya bisa berpraktek untuk menolang orang lain.
“Kami selalu terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung dengan Sedulur Dadah PeGePe Joyoboyo. Nantinya akan diberikan pelatihan, dan setelah menguasai teknik-teknik pemijatan, juga bisa diajukan izin berpraktek sendiri,” imbuhnya. (Mas Jay/Mierza)






