Jalan Poros Tambelangan–Kedungdung Longsor, Warga Resah Dua Bulan Tanpa Penanganan

SAMPANG, mediabrantas.id – Kerusakan serius terjadi di Jalan Poros Kabupaten Tambelangan–Kedungdung, Kabupaten Sampang, akibat longsor yang dipicu hujan deras beberapa waktu lalu. Sayangnya, hingga hampir dua bulan berlalu, belum terlihat adanya upaya perbaikan dari instansi pemerintah terkait.

Berdasarkan pantauan mediabrantas.id di lokasi, longsoran tanah memakan sebagian badan jalan sehingga menyisakan jalur sempit yang rawan dilalui kendaraan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga mengancam keselamatan para pengguna jalan, terutama pada malam hari dan saat hujan turun.

https://mediabrantas.id/wp-content/uploads/2025/12/Dinas-Pertanian-dan-Pangan-Kabupaten-Trenggalek.jpg

Kabupaten Sampang

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah warga bahkan telah menjadi korban kecelakaan saat melintas di jalur tersebut. Meski demikian, belum ada tindakan konkret yang dilakukan untuk mengamankan ataupun memperbaiki ruas jalan yang rusak itu.

Lambannya penanganan longsor tersebut memicu keresahan dan kekecewaan masyarakat. Pasalnya, jalan Tambelangan–Kedungdung merupakan akses vital penghubung antar kecamatan yang setiap hari dilalui oleh warga untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.

Baca Juga:  Gondol Perhiasan 1 M Lebih, Spesialis Pembobol Toko Emas Lintas Kota Ini Dibekuk Kurang dari 24 Jam

Salah satu pengguna jalan Ahmad warga desa Omben hampir nyaris kendaraan nya terpelanting, akibat tidak pernah Melalui jalan raya tambelangan -kedungdung.

Tokoh pemuda Dusun Bandung, Desa Tambelangan, Mulyadi, mengatakan dirinya terpaksa turun langsung ke lokasi setelah menerima banyak keluhan dari warga yang khawatir akan keselamatan mereka.

“Saya langsung cek ke lapangan karena banyak warga yang mengeluh dan takut melintas. Jalannya sempit dan sangat berbahaya,” ungkap Mulyadi kepada media.

Kabupaten Sampang

Ia menambahkan, kondisi longsor tersebut sebenarnya telah dilaporkan kepada pihak-pihak terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang. Namun hingga kini, belum terlihat adanya langkah penanganan di lapangan.

“Informasinya sudah kami sampaikan, termasuk ke BPBD. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut yang jelas,” tegasnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak menutup mata dan segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki jalan tersebut. Selain demi keselamatan pengguna jalan, penanganan cepat dinilai penting agar aktivitas warga tidak terus terganggu oleh kondisi infrastruktur yang memprihatinkan. (Hadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *