MOJOKERTO, mediabrantas.id – Ini merupakan kebanggaan bagi warga Kabupaten Mojokerto yang telah memiliki Desa dengan predikat penghasil Devisa (Desa Devisa) letaknya di Desa Randugenengan Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto yang mendapat perhatian dari berbagai dunia Internasional, juga Daerah- Daerah di luar Mojokerto yang ingin tahu secara langsung keberadaan Desa Devisa yang diawali dari Edukasi Kakao Cokelat Mojopahit dibawah naungan Kelompok Tani Mulyo Jati Mojokerto Jawa Timur yang berlokasi di area Wisata Desa BMJ Mojopahit ini telah pula menghasilkan Devisa dari Potensi komoditas unggulan lokal yang dihasilkan dari Tanaman Kakao nya yang luar biasa hebat.
Dipilih nya Desa Randugenengan Kecamatan Dlanggu ini sebagai Desa Devisa dengan produk Cokelat Mojopahit ini ternyata mendapat perhatian khusus dari Heni Purwaningsih, S.Si., M.Si, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Timur.
Untuk itu dengan membawa serta Kadisperindag kepala Dinas Perdagangan se Kalimantan Timur, Kadisperindag Kaltim yang akrab disapa Bu Heni ini langsung disambut hangat kedatangannya dan langsung Didampingi Direktur Cokelat Mojopahit Muhammad Alif Wahyu Dewa Ananta Mulyono, ST menuju pabrik Cokelat Mojopahit yang berada di belakang lokasi Wisata Desa BMJ Mojopahit Mojokerto untuk melihat secara langsung cara pengelolaan Biji Kakao diolah sedemikian rupa oleh mesin yang dioperasikan oleh Anak Anak putra daerah sendiri menjadi olahan cokelat Mojopahit yang higienis dan penuh gizi.

Menurut Direktur Cokelat Mojopahit Mojokerto yang akrab disapa Mas Dewo ini, mengatakan bahwa keberhasilan Cokelat Mojopahit yang berada Desa Randugenengan yang berpredikat sebagai Desa devisa kakao ini kenapa bisa berhasil dan sehabat ini nantinya akan dikembangkan pula di Daerah Kalimantan Timur, dengan program Hulu- Hilir yang telah dicanangkan oleh Presiden yang dilanjutkan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar parawansa.
Sementara itu Ketua Asosiasi Kakao Jawa Timur, Ki Mulyono, SH, MM, saat menyampaikan sambutannya mengatakan dirinya selaku Ketua Asosiasi Kakao Jawa Timur mengucap terima kasih atas kunjungan Kepala Disperindag Kalimantan Timur Ibu Heni dan para Kadis dan Kabid se Kabupaten yang ada di Kalimantan Timur termasuk Kadis dan Kabid Pemerintahan Kutai Kartanegara. ” Kami atas nama Ketua Asosiasi Kakao Jawa Timur Indonesia mengucapkan terima kasih atas kehadiran ibu Kadis dan para Kabid menyempatkan waktunya untuk berkunjung atau study Banding ke Pabrik Pengolahan Cokelat Majapahit untuk maju bersama.
Dilain pihak utusan dari Disperindag Jawa Timur yang ikut mendampingi menyambut kerja sama untuk mengembangkan tanaman Kakao di Daerah Kalimantan Timur, ini menyambut baik atas kunjungan dan kerja sama ini, dan tentunya ini akan terus berkelanjutan dan saling menguntungkan kedua daerah.

Dilain pihak pada 24 Pebruari 2025, Akademi / para mahasiswa dari Thailand telah datang di lokasi pabrik Cokelat Mojopahit untuk belajar tentang pengelolaan kakao Didampingi universitas Muhammadiyah Gresik sekalian untuk kerja sama universitas Muhammadiyah Gresik.
Seperti diketahui sebelumnya, pada Awalnya KALTARA ( Kalimantan Utara ) yang terlebih dahulu sudah berkunjung ke lokasi pabrik Cokelat Mojopahit Mojokerto ini untuk menimba ilmu tentang pengelolaan Kakao menjadi Minuman dan makanan yang lezat penuh gizi dan juga telah di jalankan usaha pabrik Cokelat di Wilayah Kaltara tersebut.
Dijelaskan oleh Ki Mulyono bahwa pihak Kampus Muhammadiyah ke lokasi pabrik Cokelat Mojopahit Mojokerto ini
Didampingi kadis perkebunan Jawa Timur. untuk mengunjungi Pabrik Cokelat Mojopahit yang sekaligus melakukan kerja sama yang ditanda tangani bersama melalui MOU kerja sama dikedua belah pihak demi untuk bisa meraih meraih Penghargaan Desa devisa kakao Indonesia seperti halnya Pengelolaan Cokelat Mojopahit Mojokerto yang terletak di Desa Randugenengan Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto ini.( Kartono )






