MOJOKERTO, mediabrantas.id – Kegiatan keagamaan seperti nya menjadi Istiqomah bagi Keluarga besar Direktur LBH Djawa Dwipa dan LKH Barracuda, Hadi Purwanto, S.T., S.H., M.H, yang akrab disapa Mas Hadi ini yang setiap Akhir bulan selalu mengadakan doa bersama, seperti yang dilaksanan pada Sabtu (29 /11/2025) malam di Jalan Raya Banjarsari No. 59, Desa Kedunglengkong Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto.
Acara Tahlil, Istighosah serta Pembacaan Sholawat Kepada Nabi Muhammad SAW ini di awali dengan pengiriman doa kepada ahli kubur atau orang tua yang sudah meninggal dunia yang diikuti oleh ratusan jamaah dengan penuh khusuk.
Acara Tahlil dan Istighosah rutin ini diawali Lantunan Sholawat Kepada Nabi Muhammad SAW oleh Group Sholawat Al- Haddad Djawa Dwipa di kediaman Mas Hadi.
Setelah itu dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Kyai Hasan Mathori, Ulama kharismatik di Desa Kedunglengkong Dlanggu ini yang dalam tausiahnya menyampaikan, bahwa kehadiran seseorang dalam acara sholawatan dan doa bersama seperti ini merupakan orang yang mendapatkan Hidayah dari Allah SWT, dan dirinya tahu bahwa akhirat itu ada, dan ketika mengunjungi acara penuh makna ini bagi orang tuanya yang sudah meninggal sangat dinanti – nanti di alam kubur (di akhirat).
Sebab kata Kyai Hasan, kalau masih sibuk terus dengan mengurusi urusan dunia,tentu tidak akan bisa hadir di acara ini. “ Kalau kita punya orang tua sudah meninggal dunia, maka Almarhum orang tua kita di dalam kubur akan bunggah atau terbebas dari siksa kubur atau api neraka berkat doa si anak yang telah hadir di Majelis yang penuh barokah ini. ,“ dawuh Yai Hasan Mathori.
Dalam kesempatan itu, Kyai Hasan Mathori juga mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa Istiqomah untuk terus menghadiri acara seperti ini. Sebab manfaatnya besar sekali, Sebab di Majelis ini ada acara Sholawatan, Kalau kita berdoa atau bermunajat kepada Allah SWT, tanpa adanya bacaan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, maka doa kita akan mengambang dan tidak akan di ijabahi atau dikabulkan Allah SWT, kalau doa kita tidak menyertakan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, ” lanjut Kyai Mathori Hasan.
Kyai Mathori Hasan juga berpesan kepada Jamaah yang hadir di Majelis Mas Hadi ini, bahwa dunia ini hanya titipan, sawah, rumah, kendaraan semua tidak akan dibawa mati. Walau tidak dijual, harta itu tetap akan diwariskan. Maka carilah ridho Alloh dan jadilah anak yang selalu mendoakan orang tuanya, agar hidup penuh berkah ,” lanjut Kyai Hasan.
Diakhir ceramahnya Kyai Hasan mmenutup perkataan dan berpesan agar manusia selalu bertaqwa kepada Allah SWT dan selalu menjalankan perintah-Nya, sebab suatu saat kita dijemput atau dipanggil Alloh SWT, kita sudah punya bekal untuk akhirat kita, dan jangan lupa untuk mendidik anak anak kita agar menjadi anak yang Sholeh dan Sholehah yang kelak akan mendoakan kita jika kita telah meninggal dunia nantinya. ” pinta Kyai Hasan.

Sementara itu ditempat yang sama Mas Hadi selalu penanggungjawab kegiatan syiar agama Islam ini mengatakan. “Bahwa kegiatan keagamaan yang dilakukan nya ini tidak ada kepentingan apa apa, Semua ini karena ke Ikhlas untuk bekal Akhirat. “Mari kita bersama sama menimba ilmu agama dari pak Kyai sebagai bekal Akhirat kelak, Sebab kita tidak tahu kapan ajal atau kematian kita akan datang Makannya kita harus perbanyak amal ibadah dan berbuat baik kepada sesama agar kita diakhirat nantinya mendapatkan surga – Nya Alloh SWT, berkah dari perbuatan kita di dunia ini,” pesan Mas Hadi. (Kartono)






