Kepala SMAN 2 Bandar “Jarang di Kantor”

SIMALUNGUN, mediabrantas.id – Kepala SMAN 2 Bandar, Suliyah, S.Pd, dikabarkan jarang berada di kantor. Bahkan kemana perginya sebelum jam sekolah selesai itu juga tidak banyak yang mengetahuinya.

Beberapa awak media saat mendatangi sekolahan yang berlokasi di Jalan Siantar – Perdagangan Nomor 103 Marihat Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun tersebut, untuk konfirmasi terkait penggunaan Dana BOS tahun anggaran 2024-2025, akhirnya tidak berhasil menemui Kepala SMAN 2 Bandar.

Menurut pengakuan salah seorang petugas piket yang ditemui awak media mengatakan bahwa Kepsek sudah keluar, dan tidak tahu kemana tujuannya. Dengan nada meninggi dia pun mengatakan kepada para jurnalis yang datang untuk memeriksa sendiri seluruh ruangan kelas.

“Kalau kalian tidak percaya, kalau Kepsek tidak ada, silahkan periksa semua ruangan kelas,” ucapnya sambil cuek.

Berbeda dengan keterangan beberapa guru lainnya mengatakan, bahwa kepsek sudah pulang lebih awal, karena ada rapat di Cabang Dinas P.Siantar, dan ada urusan pribadi.

Baca Juga:  KKS Tak Disalurkan, Penerima Manfaat BPNT di Kecamatan Lenteng Menjerit

Sementara itu, beberapa murid yang ditemui di depan gerbang sekolah dan enggan memberikan identitasnya, kepada awak media menyampaikan, bahwa Kepsek sudah pulang jam 10.00 WIB. Ada lagi yang mengatakan, bahwa kepala sekolahnya jarang ke kantor.

“Bu Suliyah jarang ke kantor,” celetuk salah satu siswa SMAN 2 Bandar, Jum’at, 13 Februari 2026.

Fendy, salah seorang pemerhati pendidikan, mengaku sangat menyayangkan sikap tertutup, dan adanya indikasi kebohongan dari para tenaga pendidik guna menutup-nutupi keberadaan pimpinannya.

“Bagaimana seorang pendidik mengarahkan berbohong? Sikap tersebut di nilai tidak etis, karena guru seharusnya menjadi panutan bagi peserta didik. Jika seorang guru berbohong, bagaimana dengan anak didiknya yang merupakan generasi penerus bangsa,” ucap Fendy.

Fendy juga mengatakan, kepala sekolah pada dasarnya adalah guru yang diberikan tugas tambahan untuk memimpin para guru dan siswa di sekolah. Kepsek seharusnya menjadi teladan dan diharapkan memiliki sikap jujur, terbuka, etika baik, berkepribadian yang baik dan profesional dalam menjalankan perannya.

Baca Juga:  Gubernur Jatim Minta Mak Rini Terbitkan SK Tanggap Darurat Bencana Sosial Atas Ledakan Dahsyat di Blitar

“Kalau Kepsek saja jarang hadir di sekolah, bagaimana dengan para guru dan siswanya. Situasi sekolah bisa jadi tidak kondusif, apalagi berjalan dengan baik dalam proses belajar mengajar. Bisa kita pantau, masih proses belajar, ada beberapa siswa bermain di gerbang sekolah dan ada yang keluar masuk dari gerbang mengendarai sepeda motor ke jalan raya,” ucapnya.

Ditambahkannya, Kepsek yang jarang masuk kantor dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai kedisplinan Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam UU No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, pada pasal 23 ayat (6) menegaskan, bahwa ASN wajib menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku, ucapan, serta tindakan baik di lingkungan kerja maupun di luar sekolah.

Dipertegas kembali dalam kode etik ASN Pasal 5  pada ayat (2) yang mengatur ASN bekerja dengan jujur, bertanggung jawab, berintegritas, disiplin dan memberikan pelayanan dengan penuh hormat.

Baca Juga:  Yayasan Sholeh Al-Hadi Hidupkan Semangat Kemerdekaan Lewat Lomba Kreatif

“Tindakan indispliner itu dinilai bertentangan dengan UU No 53 tahun 2010 tentang displin PNS, yang mewajibkan pejabat maupun ASN menjalankan tupoksi secara penuh waktu. Bahkan ketidak hadiran tanpa alasan dapat di kategorikan sebagai korupsi waktu,” jelasnya.

Sedangkan masyarakat dan pemerhati pendidikan ini berharap agar Kacabdisdik Wilayah VI, August Sinaga, S.Pd., MAP, agar segera melakukan pengecekan dan mengambil langkah tegas apabila ada kepala sekolah yang jarang masuk kantor.

“Jangan dilakukan pembiaran, harus ada pembinaan atau sanksi tegas, seperti melakukan pencopotan dari jabatan Kepsek. Kalau terus dilakukan pembiaran, maka bisa berakibat fatal, dan menjadi contoh buruk pada guru yang lain,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SMAN 2 Bandar, Suliyah, S.Pd masih belum berhasil dikonfirmasi, meskipun sudah beberapa kali didatangi oleh beberapa wartawan, namun selalu tidak ada di kantor. (Evi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *