Pemkab Sampang : Isu Bupati Diperiksa Kejati Jatim Hoaks

SAMPANG, mediabrantas.id – Kabar yang beredar luas di tengah masyarakat terkait dugaan pemeriksaan Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, dipastikan tidak benar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menegaskan, bahwa informasi tersebut adalah hoaks dan tidak memiliki dasar fakta.

Tim Hukum Pemkab Sampang, Jakfar Sodiq, menyampaikan klarifikasi tegas untuk meluruskan isu yang dinilai menyesatkan tersebut. Ia memastikan bahwa tidak pernah ada pemeriksaan terhadap Bupati Sampang oleh Kejati Jatim sebagaimana kabar yang beredar.

https://mediabrantas.id/wp-content/uploads/2025/12/Dinas-Pertanian-dan-Pangan-Kabupaten-Trenggalek.jpg

“Informasi itu tidak benar dan tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Jakfar, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan, isu yang beredar menyebutkan, Bupati Sampang diperiksa sekitar pukul 13.00 WIB di Kejati Jawa Timur. Namun pada waktu yang sama, bupati yang akrab disapa Aba Idi itu justru tengah berada di Jakarta untuk menjalankan agenda resmi pemerintahan.

Baca Juga:  Bupati Sampang Hadiri Forum Investasi, Siap Wujudkan Daerah Ramah Investor

“Faktanya, beliau sedang mengikuti rapat dan kegiatan dinas di Jakarta, bukan di Jawa Timur,” jelasnya.

Lebih lanjut Jakfar menegaskan, bahwa hingga saat ini tidak ada persoalan hukum apa pun yang menyeret nama Bupati Sampang. Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

“Tidak ada masalah hukum. Aktivitas beliau hari ini sepenuhnya kegiatan resmi pemerintahan,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi juga membantah langsung isu tersebut. Ia menegaskan bahwa kabar pemeriksaan oleh Kejati Jatim adalah tidak benar.

“Sore ini saya masih menjalani agenda dengan Kementerian Hukum di Jakarta. Jadi informasi saya diperiksa Kejati itu jelas tidak benar,” pungkasnya.

Pemkab Sampang mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi serta tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum terverifikasi kebenarannya. (Hadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *