PMI Kabupaten Kediri, Giat Donor Darah Jemput Bola

KEDIRI | optimistv.co.id – Pada masa Pandemi Covid-19 banyak hal yang terdampak, salah satunya ketersediaan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Untuk menjaga stok darah aman PMI Kabupaten Kediri setiap bulannya tetap melaksanakan kegiatan donor darah massal dengan cara Jemput Bola.

Jemput bola Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kediri, pada hari Jum’at 21 Januari 2022 di Kantor Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, mendapat 61 kantong darah.

Untuk menghindari kerumunan saat antrean Donor Darah Camat Ngadiluwih, Harminto, S.Sos.,MM membuat jadwal Donor Darah yang ditujukan kepada kepala desa se-wilayah Kecamatan Ngadiluwih.

“Bagi warga masyarakat yang berminat Donor Darah agar hadir sesuai jadwal, serta wajib memakai masker dan melaksanakan protokol kesehatan,” terangnya.

Endang Megawati peserta Donor Darah di Kantor Kecamatan Ngadiluwih

Endang Megawati  warga masyarakat dari Desa Beduq, dikonfirmasi usai Donor Darah, mengatakan dengan adanya gerakan donor darah jemput bola di Kecamatan Ngadiluwih ini merasa senang karena dekat dari rumahnya. dan tidak merasakan sakit usai donor darah.

Baca Juga:  Kegiatan Rutin Donor Darah Desa Balerejo Upaya Bersama Membangun Kepedulian Sosial

Pencari Penggerak Donor Darah Sukarela (P2D2S) Palang Merah Indonesia (PMI ) Kabupaten Kediri, Yongki Frida Efendi dikonfirmasi terkait kegiatan Donor Darah mengatakan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kediri tetap di setiap bulannya melaksanakan kegiatan donor darah jemput bola ke Instansi instansi terkait, dinas dinas terkait, desa desa ataupun ormas ormas. Karena PMI itu kegiatan sosial, jadi tidak ada batasan.

Usai Giat Donor Darah, Petugas PMI Kabupaten Kediri foto bersama camat Ngadiluwih, Harminto,S.Sos.MM dan ASN Kecamatan Ngadiluwih

“Untuk menunjang kebutuhan darah di seluruh Rumah Sakit, khususnya di wilayah Kabupaten Kediri, ya kita harus menjaga stok darah supaya aman, seluruh Rumah Sakit dan Klinik di Kabupaten Kediri agar tidak sampai kekurangan darah, beliau menambahkan karena kebutuhan di Kabupaten Kediri ini, kita setiap bulannya harus bisa menyetok 1000 – 1500 kantong darah,” jelas Yongki.

Baca Juga:  Bunga Hanya 2%, Pelaku UMKM Kota Kediri Akui KURNIA Mudahkan Usaha di Masa Pandemi

Reporter : Edy Siswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *