Waduh, Alsintan Bantuan untuk Petani di Sampang Raib Sebelum Dibagikan

SAMPANG, mediabrantas.id – Kasus kehilangan aset kembali menghantui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta-KP) Kabupaten Sampang. Kali ini, satu unit mesin hand traktor dilaporkan raib, meski sistem pengamanan telah diperketat dengan pemasangan CCTV dan penguatan pagar.

Hilangnya alat pertanian tersebut membuat proses penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada petani sempat tersendat. Pihak dinas memilih menunda distribusi sambil menunggu proses administrasi laporan kepolisian rampung.

Kepala Disperta-KP Sampang, Suyono mengungkapkan, bahwa peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 27 Desember 2025. Namun laporan resmi baru disampaikan ke Polres Sampang dua hari kemudian, pada Senin (29/12/2025).

“Kami sudah melaporkan kehilangan satu unit mesin ke polisi. Saat ini masih menunggu laporan polisi (LP). Begitu LP keluar, penyaluran sisa hand traktor akan langsung kami lanjutkan,” jelasnya.

Baca Juga:  Ngobrol Pinter Kapolres Sampang Bersama Insan Pers

Menurut Suyono, kejadian ini menjadi pukulan tersendiri bagi instansinya. Pasalnya, ini bukan kali pertama Disperta-KP kehilangan aset negara. Upaya pengamanan tambahan yang sebelumnya dilakukan ternyata belum sepenuhnya mampu mencegah aksi pencurian.

“CCTV sudah kami tambah, pagar juga diperkuat dengan kawat pengaman. Tapi tetap saja masih terjadi kehilangan. Artinya, sistem pengamanan kami masih perlu evaluasi menyeluruh,” ujarnya.

Pihak Disperta-KP menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat kepolisian, termasuk pengungkapan pelaku dan kronologi detail kejadian.

“Soal siapa pelakunya dan bagaimana kejadiannya, kami tunggu hasil penyelidikan dari kepolisian,” tambah Suyono.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, Disperta-KP berencana mempercepat distribusi alsintan agar tidak terlalu lama tersimpan di gudang. Selain itu, pengamanan fisik mesin juga akan ditingkatkan.

“Ke depan, mesin yang sudah siap salur tidak hanya dibaut, tapi akan kami las. Dengan begitu, jika ada yang mencoba mengambil, tidak mudah dan butuh alat khusus,” tegasnya.

Baca Juga:  Jagal di Wonorejo Keluhkan Tutupnya RPH

Sementara itu, Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan adanya laporan kehilangan tersebut. Namun ia belum dapat membeberkan detail lebih jauh karena proses masih berjalan.

“Kami masih melakukan pengecekan di internal unit yang menangani. Jika sudah ada perkembangan, akan kami sampaikan,” singkatnya. (Hadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *