Lailatul Ijtima’ Ranting NU Samaran Jadi Ruang Silaturahmi dan Penguatan Jam’iyah

SAMPANG, mediabrantas.id – Suasana religius dan penuh kekeluargaan terasa kental dalam pelaksanaan Lailatul Ijtima’ yang digelar Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Samaran, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, pada Jum’at malam Sabtu (30/1/2026) bertepatan dengan 12 Sya’ban 1447 Hijriah.

Kegiatan rutin jam’iyah NU tersebut dipusatkan di kediaman Ustadz Riadi, Dusun Pre Ketan, Desa Samaran, dan dimulai ba’da salat Isya sekitar pukul 19.30 WIB. Sejak awal hingga akhir, acara berlangsung khidmat namun tetap akrab, mencerminkan kuatnya ikatan kebersamaan warga Nahdliyin.

https://mediabrantas.id/wp-content/uploads/2025/12/Dinas-Pertanian-dan-Pangan-Kabupaten-Trenggalek.jpg

Kabupaten Sampan

Lailatul Ijtima’ bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan menjadi forum strategis untuk mempererat silaturahmi, meneguhkan ukhuwah islamiyah, serta memperkuat konsolidasi jam’iyah dan jama’ah NU di tingkat ranting.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua MWC NU Kecamatan Tambelangan, Rois Syuriah, Ketua Tanfidziyah, Ketua Ranting NU Desa Samaran, jajaran pengurus ranting, para kiai, ustadz, tokoh agama, serta masyarakat Nahdliyin setempat.

Baca Juga:  Pembukaan Konfercab XV PC Fatayat NU Kota Kediri Dihadiri Wawali, DPRD Kota dan Provinsi Hingga DPD RI

Dalam sambutannya, Ketua MWC NU Tambelangan H. Abd. Rohaman, S.Sos, mengapresiasi kekompakan dan konsistensi Ranting NU Samaran dalam menjaga tradisi ke-NU-an. Menurutnya, Lailatul Ijtima’ merupakan sarana penting untuk merawat nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah agar tetap hidup dan mengakar di tengah masyarakat.

Kabupaten Sampan

Senada dengan itu, Rois Syuriah KH Abd Mujib Khoir menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan antar pengurus dan warga NU, sekaligus memperkokoh komitmen dalam menjalankan program keagamaan dan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat desa.

Rangkaian acara diisi dengan pembacaan tahlil, istighotsah, doa bersama, serta tausiyah keagamaan yang sarat pesan moral dan spiritual. Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dengan harapan seluruh jamaah senantiasa diberi keberkahan, keselamatan, serta kekuatan dalam berkhidmat kepada jam’iyah Nahdlatul Ulama. (Hadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *