MOJOKERTO, mediabrantas.id –
Peringatan Hari Kartini ke-147 yang jatuh pada tanggal 21 April 2026 lalu dengan semangat emansipasi yang menekankan peran strategis perempuan dalam berbagai sektor, ternyata mendapat perhatian khusus dari Anggota DPRD Kota Mojokerto dari Fraksi Karya Indonesia Raya, dr. Dhita Rooshita Ayu Lestari, M.Biomed
Menurut Anggota Dewan yang duduk di Komisi I DPRD Kota Mojokerto ini mengatakan bahwa
Peringatan Hari Kartini ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk melanjutkan perjuangan R.A. Kartini dalam kesetaraan gender, pendidikan, dan kesempatan berkarya
Sedangkan Makna Hari Kartini bagi Perempuan, kata politisi Partai Golkar ini, hendaknya momen ini menjadi pengingat bahwa perempuan masa kini harus
berani bersuara
berani memimpin
berani mengambil keputusan, juga
berani membawa perubahan positif. ” Jika dahulu Kartini berjuang agar perempuan mendapat pendidikan, maka perempuan saat ini melanjutkan perjuangan itu dengan hadir di ruang kebijakan dan membangun daerahnya, ” ucap dr. Dhita Rooshita Ayu Lestari, M. Biomed di Gedung DPRD Kota Mojokerto, Rabu, ( 29 / 04 / 2026 ).
Perempuan yang akrab disapa dokter Dhita tersebut mengatakan juga bahwa, Perjuangan Raden Ajeng Kartini telah membuka jalan bagi perempuan Indonesia untuk bermimpi, belajar, dan berkarya tanpa batas. ” Apa yang dahulu diperjuangkan Kartini, hak untuk memperoleh pendidikan, kesempatan, dan kesetaraan—kini kita rasakan dalam berbagai bidang kehidupan, ” lanjut dokter Dhita.
Namun, perjuangan itu, kata dokter Dhita belum selesai, Semangat Kartini harus terus hidup dalam langkah-langkah nyata perempuan masa kini.
Dikatakan dokter Dhita, bahwa di Kota Mojokerto, perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan. ” Perempuan bukan hanya pendamping, tetapi juga penggerak, pengambil keputusan, sekaligus penjaga nilai-nilai keluarga dan masyarakat. Dari rumah, perempuan membangun generasi. Di ruang publik, perempuan menghadirkan gagasan, empati, dan solusi. Kehadiran perempuan dalam berbagai sektor menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, ” tegas dokter Dhita.
Menurut dokter Dhita, Sebagai seorang perempuan, dirinya merasakan betul bagaimana berbagai peran dapat berjalan beriringan. “Sebagai istri dan ibu, saya belajar tentang kasih sayang, ketangguhan, dan arti pengabdian. Sebagai dokter, saya memahami pentingnya melayani dengan hati serta memperjuangkan kesehatan masyarakat, Dan sebagai anggota DPRD Kota Mojokerto, saya memiliki tanggung jawab untuk memastikan suara masyarakat, termasuk suara perempuan dan anak, mendapat perhatian dalam setiap kebijakan pembangunan, ” lanjut dokter Dhita.
Kata dokter Dhita, Perempuan memiliki perspektif yang unik—lebih peka terhadap kebutuhan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan sosial. ” Karena itu, keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan bukan hanya penting, tetapi juga sangat diperlukan, Pembangunan yang melibatkan perempuan akan melahirkan kebijakan yang lebih humanis, responsif, dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat, Mari kita terus melanjutkan perjuangan Kartini dengan karya, dedikasi, dan keberanian untuk mengambil peran, ” tutur dokter Dhita.
Lebih lanjut dikatakan dokter Dhita. ” Karena ketika perempuan diberi ruang untuk tumbuh dan berkontribusi, maka keluarga akan semakin kuat, masyarakat akan semakin maju, dan Kota Mojokerto akan berkembang menjadi kota yang lebih sejahtera, inklusif, dan berdaya saing, ” ucap dokter Dhita mengakhiri wawancaranya dengan media ini. ( Ririn )












