SAMPANG, mediabrantas.id – Luapan Kali Kamoning kembali menimbulkan banjir di sejumlah wilayah Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Minggu pagi (4/1). Air sungai yang terus naik sejak dini hari menggenangi permukiman warga dengan ketinggian rata-rata mencapai 40 sentimeter dan masih berpotensi bertambah.
Pantauan hingga pukul 08.15 WIB menunjukkan ratusan kepala keluarga terdampak di tiga desa. Banjir dipicu meningkatnya debit air Sungai Kali Kamoning akibat kondisi wilayah hulu yang masih berada pada status waspada. Atas kondisi tersebut, Kecamatan Sampang saat ini ditetapkan dalam status Siaga 2.
Di Desa Pangilen, genangan air merendam permukiman warga di Dusun Beben sebanyak 10 KK dan Dusun Raduy 20 KK. Sementara itu, Desa Banyumas menjadi wilayah dengan dampak cukup luas, meliputi Dusun Kajuk 55 KK, Dusun Lenteng 30 KK, Dusun Prajin 34 KK, serta Dusun Trogen 19 KK.
Tak kalah parah, banjir juga menggenangi Desa Kamoning. Air merendam Dusun Perreng dengan 75 KK terdampak, Dusun Tiban 80 KK, serta Dusun Nandi sebanyak 25 KK.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sampang, Mohammad Hozin, memastikan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan fasilitas umum maupun korban jiwa akibat banjir tersebut. Meski demikian, pihaknya tetap meningkatkan kesiapsiagaan.
“Tim BPBD sudah kami terjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen, pemantauan, serta koordinasi dengan pemerintah desa dan Destana setempat. Untuk sementara belum ada pengungsi, namun kami tetap siaga karena ketinggian air masih berpotensi meningkat,” jelasnya.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada meski kondisi cuaca di wilayah terdampak terpantau cerah berawan. Tinggi muka air di bagian hulu Sungai Kali Kamoning masih berada pada level waspada dengan ketinggian 5,47 meter.
Hingga berita ini diturunkan, penanganan banjir melibatkan BPBD Kabupaten Sampang bersama masyarakat setempat. Pemantauan intensif terus dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan terburuk apabila terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba. (Hadi)






