Mutu Proyek Rehab Jaringan 1 Miliar di Ambarisan Dipertanyakan

Dipublikasikan pada 28 September 2026

SIMALUNGUN, mediabrantas.id – Proyek pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi di Ambarisan, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun dengan nilai pagu 1 Miliar yang bersumber dari APBD, penyedia jasa CV Muhammad Haviz D Evi Setiotiwi menuai sorotan publik.

Menurut seorang pria tua warga sekitar yang enggan disebut identitasnya pada hari Sabtu, 25 Juli 2026, menceritakan ke awak media sewaktu monitoring, sejumlah pekerjaan mengalami retak dan lapisan tembok mengelupas padahal pekerjaan belum tuntas.

“Hampir sebulan mereka bekerja disini, rata-rata kampungnya di Tanah Jawa, pengawasnya bermarga Simanjuntak, coba kalian tengok di samping gereja itu mereka kerja, entah gimanalah, udah retak dan mengelupas lapisan temboknya,” ucap pria tua itu.

Hasil pantauan awak media, kalau material semen yang dipergunakan beragam yaitu merk merdeka dan rajawali. Hal ini menjadi pertanyaan apakah material tersebut sudah sesuai dengan juknis dan RAB.

Baca Juga:  Siap Akselerasi Program Strategis Nasional, Bupati dan Wabup serta Forkopimda Simalungun Hadiri Rakornas Pemerintahan Pusat

Menurut penuturan pelaksana di lapangan bermarga Simanjuntak mengatakan, kalau pemborongnya berdomisili di Medan dan enggan memberikan kontak pemborongnya ke media guna konfirmasi pekerjaan.

“Saya hanya pekerja disini dan kebetulan abang saya pemborongnya, jadi saya tidak tau mengenai ini,” kata Simanjuntak.

Kabupaten Simalungun

Ironisnya, pemantauan awak media pada hari Selasa, 25 Agustus 2026 pekerjaan yang sebelumnya terjadi retakan malah timbul lagi retakan dan pengelupasan yang baru di sejumlah titik.

Kondisi ini menjadi pertanyaan serius, karena pekerjaan pada saat itu masih dalam proses penyelesain masih terulang lagi dan memunculkan dugaan tidak sesuai dengan juknis, baik menyangkut mutu material, komposisi adukan, campuran semen, pasir, metode pelaksanaan hingga pengawasan pekerjaan.

Salah seorang warga bermarga Manurung tempat penitipan material yang dijumpai menuturkan ke media ini, kalau pemborongnya bermarga Damanik dari Tanah Jawa.

Baca Juga:  Akhir Tahun, Pembayaran SP2D Pengadaan Tanah Sekolah Rakyat Jombang Cair

“Proyeknya sudah siap sebelum 17 Agustus Kak, kalau pemborongnya bermarga Damanik dari Tanah Jawa,” ujar Manurung.

Tim media pada hari Jum’at. 25 September 2025, menyambangi kantor penyedia jasa di Tanah Jawa untuk melakukan konfirmasi, namun tidak berhasil bertemu dengan pemborong Damanik, tetapi dengan pelaksana Simanjuntak.

Ketika tanyakan mengenai pekerjaannya yang sudah selesai, Ia terkesan dengan arogan malah menantang dan menyebutkan kalau dirinya seorang media juga dan enggan dipoto.

“Mana yang rusak itu, tunjukkan biar kita perbaiki, saya juga seorang media,” ucapnya.

Upaya konfirmasi terus dilakukan ke pemborong Damanik melalui chat WhatsApp di nomor 08526285xxxx, tetapi tidak membuahkan hasil. (Evi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *