Pemprov Jatim Meluncurkan Program Revitalisasi 60 Lembaga Pendidikan di Sampang

SAMPANG, mediabrantas.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan pendidikan di Pulau Madura. Melalui program revitalisasi dan rehabilitasi sarana-prasarana sekolah, sebanyak 60 lembaga pendidikan tingkat SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta mendapatkan kucuran anggaran senilai Rp47,8 miliar.

Peresmian program tersebut dipusatkan di Kabupaten Sampang dan mencakup empat kabupaten di Madura, yakni Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep.

Berdasarkan data alokasi anggaran, Kabupaten Bangkalan menerima Rp14,1 miliar untuk 16 sekolah (13 SMA dan 3 SMK). Kabupaten Sampang memperoleh Rp14,3 miliar bagi 15 lembaga (7 SMA, 5 SMK, dan 3 SLB). Kabupaten Pamekasan mendapatkan Rp5,8 miliar untuk 13 sekolah (5 SMA dan 8 SMK), sementara Kabupaten Sumenep menerima Rp13,5 miliar untuk 16 lembaga (11 SMA, 3 SMK, dan 2 SLB).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa revitalisasi ini bukan sekadar mempercantik bangunan sekolah. Program tersebut menyasar perbaikan ruang kelas, laboratorium, ruang praktik SMK, ruang administrasi, toilet, ruang BK, hingga ruang OSIS.

Baca Juga:  Pemkab Sampang Santuni Seribu Anak Yatim

“Lingkungan belajar yang aman dan nyaman akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran siswa. Ini juga menjadi upaya mengurangi kesenjangan fasilitas pendidikan antara wilayah daratan dan kepulauan,” ujarnya.

Bupati Sampang, Slamet Junaidi, menyambut positif langkah strategis tersebut. Ia menilai pembangunan infrastruktur pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia unggul di Madura.

“Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten sangat penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh siswa dan tenaga pendidik. Pendidikan adalah fondasi kemajuan daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan bahwa pembangunan pendidikan harus berorientasi pada masa depan generasi muda. Melalui visi “Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas”, Pemprov Jatim menargetkan peningkatan jumlah lulusan Madura yang diterima di perguruan tinggi negeri pada tahun 2026.

Baca Juga:  Rabat Beton Dusun Panyeburan Ditengarai Kurang Berkualitas

Menurutnya, pembangunan fisik sekolah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas akademik dan daya saing siswa. “Yang kita bangun bukan hanya gedungnya, tetapi juga harapan dan masa depan anak-anak Madura agar mampu bersaing di tingkat nasional,” tandasnya.

Program ini menjadi langkah nyata bahwa penguatan pendidikan di Madura tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, melainkan diarahkan untuk mendorong lompatan prestasi generasi muda menuju masa depan yang lebih cerah. (Hadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *