SAMPANG, mediabrantas.id – Duka mendalam masih terasa di kediaman Ibnuh Zaman saat peringatan tujuh hari wafatnya ibunda tercinta, Ny. Rihah binti Suryati. Suasana religius dan penuh keharuan menyelimuti acara yang dihadiri ratusan jamaah, mulai dari warga sekitar hingga para ulama dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah.

Sejak sore hari, pelayat terus berdatangan untuk menyampaikan doa dan takziah kepada keluarga almarhumah. Kehadiran para kiai kharismatik turut menambah kekhidmatan acara, di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Ihsan Tija Timur Pamekasan KH. Hamid Mannan, KH. Mu’tadir Shonhaji Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Al Islami, KH. Ainur Rofik Mansyur Pengasuh Pondok Pesantren As Sa’idiyah Monumen Sampang, KH. Abd. Wahed Pengasuh Pondok Pesantren Al Khotijah Sampang, serta sejumlah ulama dan tokoh masyarakat setempat.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surat Yasin dan tahlil yang dipimpin oleh para ulama, kemudian dilanjutkan dengan sholawat Nabi Muhammad SAW. Lantunan doa yang menggema membuat suasana semakin syahdu, jamaah khusyuk memanjatkan doa agar almarhumah mendapatkan ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Hamid Mannan yang mewakili keluarga menyampaikan ungkapan terima kasih atas kehadiran dan doa dari seluruh jamaah. Menurutnya, kebersamaan dan kepedulian yang ditunjukkan para ulama serta masyarakat menjadi penguat bagi keluarga yang tengah menghadapi masa kehilangan.
“Kehadiran panjenengan semua merupakan penghibur dan penguat bagi kami. Semoga setiap doa yang dipanjatkan menjadi cahaya dan kebaikan bagi almarhumah, serta bernilai ibadah di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Peringatan tujuh hari wafatnya Ny. Rihah binti Suryati berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan hingga akhir acara. Selain menjadi momentum mendoakan almarhumah, kegiatan ini juga menjadi cermin kuatnya nilai kebersamaan, solidaritas, dan silaturahmi antara ulama dan masyarakat. (Hadi)






