Perumdam Tirta Kencana Jombang Siapkan Dukungan Program MBG Layanan Air Minum untuk SPPG

JOMBANG, mediabrantas.id – Setahun kepemimpinan Bupati Warsubi dan Wabup Salmanudin, Perumdam Tirta Kencana Jombang menegaskan diri sebagai BUMD yang tak sekadar fokus pada pelayanan publik, tetapi juga gesit membaca peluang usaha baru.

Dukungan terhadap program MBG melalui penyediaan layanan air minum aman untuk SPPG menjadi salah satu langkah strategis yang dijalankan.

Direktur Perumdam Tirta Kencana Jombang, Khoirul Hasyim, menuturkan dukungan tersebut diwujudkan lewat berbagai skema layanan sesuai kondisi lapangan.

”Kami support MBG dalam rangka memenuhi layanan air minum aman, baik berbasis perpipaan, perpipaan dan filtrasi, ataupun perpipaan, filtrasi, dan air minum kemasan berupa galon,” ujarnya.

Khoirul menekankan, kebutuhan tiap titik SPPG berbeda sehingga Perumdam menyiapkan model layanan variatif.

”Di SPPG itu ada yang berbasis perpipaan, ada yang perpipaan dan filtrasi, ada yang cuma filtrasi saja, ada juga yang perpipaan, filtrasi, dan air minum kemasan berupa galon. Jadi fleksibel mengikuti kondisi lapangan,” katanya.

Lebih jauh, ia menegaskan program ini bukan hanya berdimensi sosial, tetapi juga membuka potensi bisnis baru. Kebutuhan air di SPPG disebut jauh lebih tinggi dibanding rumah tangga biasa.

Baca Juga:  Distribusi Program MBG Dapur Banjarbillah Terhenti, Ini Kendala Utamanya

”Kalau dikatakan ini potensi bagi kami, ya ini potensi bisnis. Pemakaian air oleh SPPG itu lebih tinggi dari rumah tangga, bisa dikatakan setara industri kecil. Tentu tagihannya juga lumayan dan memberi pemasukan ekonomi bagi kami,” jelasnya.

Karakteristik penggunaan air di SPPG yang stabil dan berkapasitas besar dinilai memberi kontribusi signifikan terhadap pendapatan operasional.

Dengan begitu, Perumdam mampu menjaga keseimbangan antara fungsi sosial dan komersial.

”Kami ini BUMD, tentu harus mendukung program pemerintah daerah. Tapi di sisi lain, kami juga harus memastikan perusahaan tetap sehat secara finansial. Jadi dua-duanya jalan,” tegas Khoirul.

Ia memastikan evaluasi dan pemetaan terus dilakukan seiring bertambahnya jumlah SPPG.

Kapasitas produksi dan distribusi akan disesuaikan agar pelayanan tetap optimal tanpa mengganggu suplai pelanggan eksisting.

 

Perkuat Akses Air Minum Aman, Gelar Sosialisasi ke Sekolah

Perumdam Tirta Kencana Jombang semakin menegaskan perannya sebagai BUMD strategis dalam setahun kepemimpinan Bupati Warsubi– Wabup Salman.

Baca Juga:  Perumdam Tirta Kencana Jombang Sabet Golden TOP BUMD Award 2026 Bintang 5 Selama 4 Tahun Berturut-turut

Tak hanya mendukung program MBG, perusahaan daerah ini juga memperluas intervensi di sektor pendidikan dan kawasan permukiman kurang tertata, dengan fokus utama memastikan akses air minum aman bagi siswa serta masyarakat berpenghasilan rendah.

Beberapa bulan lalu, Perumdam menggelar sosialisasi air minum aman yang dihadiri kepala SD dan SMP se-Kabupaten Jombang.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kampanye peningkatan kualitas konsumsi air bagi anak usia sekolah.

Direktur Perumdam Tirta Kencana Jombang, Khoirul Hasyim, menegaskan pentingnya peran air minum aman dalam menekan angka stunting.

”Indikator penyebab stunting memang banyak, tapi kami yakin air bisa menjadi salah satu faktor. Karena itu yang dikonsumsi siswa SD-SMP harus air yang aman dan baik,” ujarnya.

Perumdam menyediakan air minum dalam kemasan (AMDK) produksi internal yang telah melewati proses filtrasi dan pengawasan mutu.

Hingga kini, sekitar 20 persen sekolah di Kabupaten Jombang telah memanfaatkan layanan tersebut.

”Kurang lebih sudah sekitar 20 persen dari total sekolah. Ini terus berkembang karena kami juga bertahap,” katanya.

Baca Juga:  Pastikan Program MBG Berjalan Optimal, Wabup Sampang Sidak SPPG Tanggumong 04 dan Dalpenang

Tak hanya sektor pendidikan, Perumdam juga memberi perhatian khusus pada kawasan kumuh di wilayah perkotaan, termasuk Desa Jombang.

Di sana, pelanggan mendapatkan tarif khusus terendah, namun tetap memperoleh layanan teknis maksimal.

”Tarif mereka masuk tarif terendah. Bukan diskon, memang tarif khusus yang paling rendah. Tapi pelayanannya 24 jam dengan tekanan penuh di atas ambang batas minimal. Kualitasnya juga bagus dan aman,” jelas Khoirul.

Program tersebut telah menjangkau lebih dari 400 pelanggan. Khoirul menegaskan kebijakan tarif rendah ini bukan semata pertimbangan bisnis, melainkan bagian dari peran sosial pemerintah daerah.

”Ini bagian dari peran pemerintah daerah dalam kerangka meminimalisir masalah sosial di Kabupaten Jombang, terutama di kawasan yang kurang tertata,” tandasnya.

Dengan kombinasi pendekatan edukatif di sekolah dan intervensi langsung di kawasan kumuh, Perumdam Tirta Kencana Jombang menempatkan diri sebagai instrumen penting pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan air minum aman, sekaligus menjaga keberlanjutan usaha di tengah tuntutan peningkatan kinerja BUMD. (Budi Tanoto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *