Semangat Kartini Bukan Sekadar Peringatan Tahunan, Cusi Kurniawati Ajak Perempuan Trenggalek Bangkit Berdaya Setiap Hari

TRENGGALEK, mediabrantas.id – Ada yang berbeda dalam apel pagi ASN di lingkungan Sekretariat Daerah Trenggalek, Selasa (21/4). Di tengah rutinitas kedinasan, Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Sekda Trenggalek, Cusi Kurniawati, menyampaikan pesan yang menggetarkan: semangat Kartini tak boleh mati setelah tanggal 21 April berlalu.

“Jangan biarkan semangat emansipasi hanya hidup satu hari,” tegas perempuan yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup itu.

Baginya, Raden Ajeng Kartini bukan sekadar nama yang diagungkan dalam buku sejarah. Sosok pejuang dari Jepara itu adalah cermin nyata bagaimana kegigihan dan keberanian mampu menerobos tembok keterbatasan.

Cusi mengajak perempuan Trenggalek untuk menerjemahkan semboyan abadi Kartini Habis Gelap Terbitlah Terang ke dalam tindakan konkret: kemandirian, kecerdasan berpikir, kontribusi membangun bangsa, dan integritas di semua sektor.

“Perempuan masa kini harus berani menuntut ilmu setinggi mungkin,” ujar mantan Kepala Dinas Perikanan itu seraya menambahkan, bukan sekadar gelar, tapi untuk meningkatkan kualitas diri.

Baca Juga:  DPR RI Komisi lX Fraksi Nasdem tekan Angka Stunting dan BabyBoom

Ia mengingatkan perjuangan Kartini yang hanya dengan keterbatasan luar biasa mampu mengantarkan perempuan Indonesia pada masa itu untuk bisa membaca dan menulis. Ironis jika di era merdeka dan serba terbuka ini, perempuan justru tidak memanfaatkan peluang yang jauh lebih besar.

Tiga pesan utama disampaikan Cusi kepada para perempuan Trenggalek:

  1. Berani berpendapat dan berpartisipasi aktif di ruang publik ruang diskusi, pengambilan keputusan, hingga kepemimpinan.
  2. Tidak bergantung pada orang lain berdaya secara ekonomi maupun sosial.
  3. Menjadi penggerak perubahan tidak sekadar melihat masalah, tetapi memberikan solusi atas persoalan sosial di sekitarnya.

“Apapun peran yang kita emban, di mana pun kita berada, laksanakan dengan maksimal, Semangat, dan jangan lupa bahagia. Karena perempuan patut untuk bahagia,” pesannya.

Penutup itu seperti angin segar, bahwa perjuangan dan kebahagiaan tak perlu dipisahkan. Semangat Kartini, menurut Cusi, bukanlah beban, melainkan energi untuk melangkah lebih jauh. (Hari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *