Sosialisasi Awal Pengadaan Tanah SUTT 150 kV di Banyuates, Warga Diajak Dukung Penguatan Listrik Madura

SAMPANG, mediabrantas.id – Upaya pemerintah dalam memperkuat sistem kelistrikan di Pulau Madura terus berlanjut. Salah satunya melalui rencana pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV jalur Batu Marmar–Bangkalan. Tahapan awal program strategis ini ditandai dengan kegiatan sosialisasi pengadaan tanah yang digelar di Pendopo Kecamatan Banyuates, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.25 WIB tersebut dihadiri sekitar 50 peserta dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, aparat keamanan, perwakilan desa, hingga masyarakat terdampak. Hadir pula perwakilan dari PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Jawa Timur dan Bali yang menjadi penanggung jawab proyek.

Kecamatan Banyuates

Camat Banyuates, Moh. Imam, dalam sambutannya menegaskan bahwa sosialisasi ini menjadi langkah awal penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pembangunan SUTT 150 kV. Ia menyebut, proyek ini sangat dibutuhkan guna mengatasi persoalan listrik yang kerap dikeluhkan warga.

Baca Juga:  Polres Pasuruan Bersama Forkopimda Laksanakan Apel Gelar Pasukan Jelang Nataru

“Selama ini masih sering terjadi pemadaman listrik yang berdampak pada aktivitas masyarakat, bahkan merusak peralatan elektronik. Dengan adanya proyek ini, diharapkan ke depan kondisi kelistrikan di wilayah Madura, khususnya Banyuates, bisa lebih stabil,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Kejaksaan Negeri Sampang, Arthur Maralaut, menekankan pentingnya kesiapan administrasi bagi warga yang lahannya terdampak. Ia mengingatkan agar masyarakat segera melengkapi dokumen kepemilikan tanah guna memperlancar proses ganti rugi.

“Program ini memiliki nilai strategis besar bagi kepentingan umum. Kami berharap masyarakat mendukung, termasuk dengan menyiapkan dokumen yang sah agar prosesnya berjalan lancar,” jelasnya.

Senada dengan itu, Fery selaku Kasi Pengadaan Pertanahan Kabupaten Sampang mengungkapkan bahwa proses pematokan lahan sebagian telah dilakukan. Ia meminta warga yang lahannya belum dipatok agar segera berkoordinasi, sekaligus menyelesaikan potensi sengketa secara musyawarah.

Baca Juga:  Jangan Tunda, Urus Akta Kematian di Kota Kediri Cukup Lewat Aplikasi SAKTI

Dari pihak PLN, dijelaskan bahwa proyek SUTT 150 kV ini merupakan bagian dari pembangunan jaringan transmisi besar di Madura yang diperkirakan mencapai sekitar 400 tower. Jalur tersebut akan menghubungkan wilayah Bangkalan hingga Batu Marmar di Kabupaten Pamekasan.

Kecamatan Banyuates

Tahap yang saat ini berlangsung merupakan fase awal (C1), yakni sosialisasi pengadaan lahan. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan tahap pemberkasan, sertifikasi, hingga pembayaran ganti rugi langsung kepada pemilik lahan.

“Pembangunan ini bertujuan memastikan pasokan listrik yang andal dan merata. Listrik saat ini sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat,” terang perwakilan PLN dalam pemaparannya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara warga dan pihak terkait, sebelum akhirnya ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh perwakilan desa.

Seluruh rangkaian acara berakhir pukul 12.05 WIB dalam kondisi aman dan lancar. Pemerintah berharap dukungan penuh masyarakat agar proyek strategis ini dapat segera terealisasi demi meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Madura. (Hadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *