Sudah 22 Bulan ini Warga Dusun Banjarsari Melaksanakan Khotmil Qur’an, Do’a Bersama di Makam Mbah Sentono

MOJOKERTO, mediabrantas.id – Sudah 22  bulan ini warga Dusun Banjarsari, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto ini  secara istiqomah (rutin) sebulan sekali diawal bulan mengadakan acara, Sholawatan, Khotmil Qur’an dan Do’a Bersama, yang diisi dengan ceramah agama,  serta Kenduri, Tumpeng yang diprakarsai oleh keluarga besar Hadi Purwanto, ST., SH., MH,  Minggu Pahing (05/04/2026) di Aula terbuka Makam Umum Dusun Banjarsari (Eyang Temenggung Soekarto Widjoyono / Mbah Sentono).

Sementara itu kepada para wartawan Penanggungjawab Kegiatan, Hadi Purwanto, yang akrab disapa Mas Hadi ini  mengatakan, bahwasanya kegiatan rutin Khotmil Qur’an dan do’a versama ini merupakan sarana warga Banjarsari yang ingin  berbakti kepada orang tua dan para leluhurnya.

Mas Hadi ini juga mengatakan, bahwa tidak gampang untuk mengajak masyarakat untuk berbuat kebaikan apa lagi sampai Istiqomah dan sudah berjalan 22  bulan seperti saat ini.

“Informasi ini perlu kami sampaikan kepada publik, bahwa kegiatan Rutin keagamaan yang secara  Istiqomah ini kami selenggarakan tidak ada muatan politik atau kepentingan apa–apa, ini murni sebuah ibadah kita kepada Allah SWT, Kita belajar iklas kepada, Semua ini atas kehendak dan petunjuk langsung dari Alloh SWT,” tegas Mas Hadi Didampingi tokoh masyarakat H. Ismail Pribadi, Mas Putut serta keluarganya.

Dijelaskan oleh Direktur LBH Djawa Dwipa dan LKH Barracuda Indonesia ini, bahwa kegiatan rutin ini kita lanjutkan kembali setelah libur sejenak pada bulan Ramadhan, dan usai Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriah ini  kita Aktifkan kembali kegiatan Khotmil Qur’an dan Do’a Bersama serta kenduri tumpeng di Makam umum atau di area Makam Mbah Sentono Dusun Banjarsari.

Baca Juga:  Peduli Lingkungan Hidup, DPC PKB Kab. Mojokerto Lakukan Gerakan "Green Party" Penanaman Bibit Pohon

Menurut Mas Hadi, kegiatan rutin keagamaan ini merupakan wadah Belajar untuk berbuat baik kepada sesama dan giat ini bisa bermanfaat bagi orang lain.

“Kita disini sama sama belajar untuk mensyukuri nikmat Allah SWT, dan Alhamdulillah, Kegiatan ini sudah 22  bulan berlalu, semua ini laksanakan bersama  Warga Dusun Banjarsari semata-mata karena Lilahi Taala, untuk para leluhur kita, dan juga demi Akhirat Kelak, karena semua yang bernyawa pasti akan mati, dan kematian itu nyata, dan kita semua akan dimintai pertanggungjawaban kita dihadapan Alloh SWT, Karena kehidupan di Akhirat itu ada,” ucap Mas Hadi.

Untuk itu dirinya berharap kepada para rekan rekan media (Wartawan) dan masyarakat Dusun Banjarsari dan sekitarnya manfaat kan moment ini untuk sama sama belajar menuntut ilmu agama, dan perbuatan baik, dan niatkan dengan Ikhlas, hanya semata-mata karena Alloh SWT, dan tidak ada niat yang macam-macam atau kepentingan tertentu.

Sementara itu, rangkaian acara rutinan giat kirim doa kepada para leluhur di Makam Mbah Sentono Dusun Banjarsari ini diawali dengan kegiatan Khotmil Qur’an, setelah itu dilaksanakan kirim doa kepada para leluhur dan para ahli kubur yang  namanya telah tercatat di kertas yang telah ditulis oleh panitia.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan kegiatan Manaqib Syech Abdul Qadir Jailani, setelah itu digelar pembacaan Sholawat Al-Banjari oleh  Group Selawat “Al-Haddad Djawa Dwipa”

Baca Juga:  Sholawatan & Ngaji Rutin di Dusun Banjarsari, Diwarnai Tasyakuran Atas Keberhasilan Anak Hadi Purwanto yang Meraih Nilai A

Dalam sambutannya Ustadz Mukid selaku Penasehat kegiatan Khotmil Qur’an di Makam Mbah Sentono ini dalam sambutannya mengatakan bahwa orang -orang yang mengikuti dan menghadiri acara Khotmil Qur’an saat ini merupakan sebuah Anugerah yang diberikan Alloh SWT.

Sebab, kata Ustadz Mukid, kita-kita semua yang hadir di Majelis Khotmil Qur’an ini merupakan orang orang pilihan Alloh SWT, dan  kita ini orang orang  dipilihan  oleh Allah.

“Kita ini orang yang bersyukur kepada Allah. Di luaran sini, hiruk pikuk orang sibuk dengan dunianya. Kalau mereka tidak diniatkan karena ibadah maka hanya dapat dunia. Akan  jika perbuatan atau pekerjaan kita diniatkan ibadah maka dapat dunia dan pahala akhirat kelak,” ucap Ustadz Mukid.

Ustadz Mukid juga menjelaskan bahwa proses dan perjuangan kegiatan Khotmil Qur’an ini luar biasa’, sebab berbagai rintangan yang mungkin itu terbesit menghalang-halangi kegiatan ini, padahal ini kegiatan positif dan keagamaan untuk bekal Akhirat kelak.

“Sebab, Ahli kubur kita sudah berharap doa kita. Patut kita bersyukur kepada Allah, apakah dari bangun tidur tadi sudah bersyukur kita masih diberikan kehidupan. Manusia itu, sebab manusia hidup itu membutuhkan 11 liter oksigen setiap hari,  sementara harganya 11 liter oksigen mahal, dan  Coba dirupiahkan berapa banyak nikmat Allah yang diberikan kepada kita, Sebab, semua kalau tidak diniatkan karena Allah itu akan melelahkan,” urai Ustadz Mukid.

Mbah Sentono
Hadi Purwanto Penanggungjawab Kegiatan Khotmil Qur’an saat berbaur di kenduri tumpeng bersama

Dijelaskan oleh Ustadz Mukid, bahwa warga Banjarsari yang datang ke Majelis ini merupakan orang yang mendapatkan hidayah dari Allah SWT, Sebab, kita tinggal datang saja, karena Tumpeng, air minum dan materi lainnya semua ditanggung oleh Mas Hadi Purwanto. Ini luar biasa tidak pernah hitung-hitungan.

Baca Juga:  Pemdes Temon Diwajibkan Beri Informasi Terbuka pada Publik

“Semoga kita semua mendapatkan syafaat Rasulullah SAW, dan  Semoga apa yang kita laksanakan hari ini berdampak positif dan mendapatkan Barokah dari Alloh SWT, dan juga untuk keselamatan kita diri sendiri, keluarga dan lingkungan kita, ” lanjut Ustadz Mukid menutup sambutannya.

Sementara itu, Kyai Hasan Mathori dalam ceramahnya menjelaskan bahwa Rezeki dan umur itu adalah Ghoib dan menjadi rahasia Allah SWT.

“Semua itu rahasia dari Allah. Kita semua tidak diwajibkan mencari rezeki. Tugas kita semua adalah ibadah, Sebab yang menanggung rezeki itu Allah. Manusia sekarang serakah, pekerjaannya tidak dilakukan, pekerjaannya Allah dilakukan,” tegas Kyai Hasan Mathori dalam ceramahnya.

Dijelaskan oleh Kyai Hasan Mathori bahwa bayi lahir itu masih suci, dan  Selalu dzikir kepada Allah.”

“Kalau kita mau melakukan seperti bayi pasti dijamin rezekinya, contohnya Kiai Khusein Ilyas itu apa bekerja, tidak namun uangnya banyak. Kita tidak perlu bekerja terlalu keras cukup niatkan bekerja untuk ibadah dan perbanyak ibadah karena Allah itu dekat dan maha kaya,” lanjut Kyai Hasan Mathori.

Setelah ceramah agama oleh Kyai Hasan Mathori acara dilanjutkan dengan mu’rak tumpeng bersama dan ramah tamah ( makan – makan ) nasi tumpeng yang disediakan oleh Keluarga Hadi Purwanto. (Kartono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *