Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto H.Khoirul Amin, S.Sos Gelar Dialog Dengan Tokoh Masyarakat Bahas Masalah Kepersertaan KIS dan BPJS

MOJOKERTO, mediabrantas.id – Pernyataan Bupati Mojokerto Dr H Muhammad Albarra ( Gus Barra ) yang bakal mengaktifkan kembali puluhan ribu peserta BPJS Kesehatan penerima PBID atau Kartu Indonesia Sehat Daerah (KISDA) yang sebelumnya dinonaktifkan Pemerintah Kabupaten Mojokerto terdahulu, ternyata mendapat perhatian dan sambutan gembira bagi Rakyat Kabupaten Mojokerto, Dan Masalah BPJS ini mendapat bahasan dan sorotan tajam saat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto H Khoirul Amin, S.Pd, mengelar acara Dialog/ Hearing dengan Tokoh masyarakat di kediaman nya di Desa Ngabar Kecamatan Jetis kabupaten Mojokerto, Minggu pagi, 23 Maret 2025.

Dan, Pernyataan Bupati Gus Barra dalam Forum Konsultasi Publik dalam rangka rencana awal (ranwal) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 yang digelar Bappeda di pendapa Pemkab Mojokerto yang mengupas tuntas masalah BPJS Kesehatan ini langsung disambut suka cita oleh masyarakat Kabupaten Mojokerto yang ingin memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat dan memuaskan masyarakat.

https://mediabrantas.id/wp-content/uploads/2025/12/Dinas-Pertanian-dan-Pangan-Kabupaten-Trenggalek.jpg

Sedangkan Saat dialog dengan para Tokoh Masyarakat Kecamatan Jetis, Abah Amin pun mengatakan bahwa Program Kesehatan menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Mojokerto dibawah kepemimpinan Bupati Gus Barra dan Wabup dr Riza yang depannya dengan Langkah awal mengaktifkan kembali puluhan ribu peserta BPJS Kesehatan penerima PBID yang sebelumnya tidak aktif.

Baca Juga:  Kapolres Sampang Ngopi Bareng dengan Awak Media

Dilain pihak masalah BPJS Kesehatan ini mengemuka karena saat Abah Amin berdialog dengan tokoh masyarakat , salah satu tokoh masyarakat menanyakan dan mengeluh kan program BPJS saat ini yang tidak berjalan dengan semestinya, saat mau berobat ke Rumah Sakit, sehingga Ada harapan dengan Kemimpinan Gus Barra ini, maka pada tahun 2025 ini peserta BPJS yang sebelumnya dinonaktifkan bisa diaktifkan dan dicukupi kebutuhannya, sehingga program kesehatan gratis bagi masyarakat yang berhak bisa berjalan dengan baik.

Kata Abah Amin, ke depannya nanti jika warga Mojokerto jika ingin berobat atau periksa kesehatan cukup pakai KTP saja, Sebab data diri peserta KIS dan BPJS akan muncul dengan sendirinya, karena saat ini pelayanan nya semuan memakai System Online, sehingga Tidak Terlalu ruwet, untuk kepersertaan BPJS Mandiri maka
dibayarkan dengan
Dibiayai oleh Pemerintah, dan bisa dilaksanakan seluruh Indonesia, tidak harus di Mojokerto saja, yang penting Sinkronisanya atau Nomor NIK-nya benar, maka secara Otomatis kepersertaan BPJS orang tersebut akan aktif atau muncul melalui On-line.

Baca Juga:  Upacara HSN 2024 di Ponpes Nuris 2 Pungging Mojokerto Heboh dan Spektakuler Diwarnai Drama Kolosal

Sementara itu saat acara Dialog atau Hearing dengan Abah Amin, saat itu ada salah satu Tokoh Agama dari Desa Mlirip, Abah Sumargi, yang mengeluhkan TPQ nya saat ini over loud atau kebanyakan santrinya sehingga perlu di perluas tempatnya, dan saat itu juga oleh Abah Amin di suruh membuat Proposal pengajuan Proposal pengajuan pembangunan TPQ.
” Kalau tidak katut di tahun 2026 nanti , maka bisa lewat PAK, atau bisa di ajukan di tahun atau 2027 mendatang supaya bisa terkaper, ” ucap Abah Amin.

Sementara itu tokoh masyarakat dari Desa Perning mengeluhkan Jalan Desa menuju Makam rusak parah dan mohon bisa dibantu untuk dibangun, Dan oleh Abah Amin agar Kepala Desa Perning bisa secepatnya membuat kan Proposal pengajuan pembangunan jalan ke Pemerintah Kabupaten, dan Abah Amin nantinya akan siap Mengawal pengajuan proposal itu dengan berkoodinasi dengan Dinas terkait atau Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto agar pengajuan nya bisa cepat terealisasi. ( Kartono ) .

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 komentar

  1. Sangat mengecawakan saya tinggal di miji baru3 Gg kenananga6 mojokerto..kok bisa saya bikin kartu kis tidak bisa padahal kk dan Ektp asli penduduk miji baru 3 ,apa karena saya miskin sehingga tidak bisa bikin padahal program kis untuk orang miskin…