Warga Sampang Swadaya Perluas Jalan Demi Keselamatan dan Kelancaran Akses Transportasi

SAMPANG, mediabrantas.id – Semangat gotong royong kembali hidup di tengah masyarakat Kabupaten Sampang. Tanpa menunggu bantuan, warga berinisiatif melakukan pelebaran jalan poros di kawasan pertigaan depan kediaman anggota DPRD dari PDI-P, Hakam S.Hum hingga Samaran Barat.

Kabupaten Sampang

Aksi ini dilatarbelakangi kondisi jalan yang dinilai sempit dan rawan kecelakaan, terutama saat arus kendaraan padat. Berbekal kepedulian bersama, masyarakat turun langsung ke lapangan, bekerja bahu-membahu demi menciptakan akses jalan yang lebih aman dan nyaman.

Kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan warga sekitar, tetapi juga mendapat dukungan dari para santri, alumni, serta simpatisan Pondok Pesantren An-Naqsyabandiyah Ombul Bringin, Kecamatan Tambelangan. Di bawah komando KH. Muhammad Asim Ismail Fadhul Bari, proses pelebaran jalan berjalan tertib dan penuh semangat kebersamaan.

Kabupaten Sampang

Di sisi lain, demi menjaga kelancaran dan keamanan selama pengerjaan, kegiatan ini turut mendapat pengawalan dari unsur Forkopimcam Tambelangan, serta aparat Polsek dan Koramil setempat. Rekayasa lalu lintas pun sempat dilakukan agar proses pengerjaan tidak mengganggu pengguna jalan.

Baca Juga:  Dukung Terwujudnya Kondusifitas Kamtibmas, Wabup Sampang Hadiri Apel Pagelaran Polisi RW

Dalam pelaksanaannya, warga menggunakan alat berat untuk meratakan badan jalan, disertai penataan material batu sebagai penguat, khususnya di titik-titik yang sebelumnya mengalami kerusakan.

H. Muhammad Asim mengungkapkan rasa bangganya atas kekompakan masyarakat. Menurutnya, inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial masih kuat tertanam.

“Gotong royong seperti ini adalah kekuatan kita. Semoga jalan yang diperlebar ini bisa memberi manfaat besar dan mengurangi risiko kecelakaan,” tuturnya.

Kabupaten Sampang

Hal senada disampaikan tokoh pemuda setempat, Saiyadi. Ia menilai langkah ini sebagai wujud nyata peran aktif masyarakat dalam pembangunan.

“Ini bukan hanya soal jalan, tapi tentang kebersamaan. Harapannya ke depan masyarakat semakin peduli terhadap fasilitas umum,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi contoh bahwa kolaborasi antara masyarakat, tokoh agama, dan aparat mampu menghadirkan solusi konkret. Dari kebersamaan, lahir perubahan yang berdampak langsung bagi kepentingan bersama. (Hadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *