Satu Dekade Warga Dusun Kanderuh Dihantui Listrik

Dipublikasikan pada 1 Januari 2026

SAMPANG, mediabrantas.id – Harapan warga Dusun Kanderuh, Desa Banjarbillah, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, untuk menikmati aliran listrik yang stabil, nampaknya hingga kini masih sebatas angan.

Pasalnya, sejak penyambungan awal pada tahun 2017, kualitas layanan listrik PLN di wilayah tersebut dinilai tak kunjung membaik. Tegangan listrik yang kerap turun drastis (voltase drop) menjadi masalah klasik yang terus berulang.

Akibat kondisi tersebut, warga mengaku harus menanggung kerugian yang tidak sedikit. Berbagai peralatan elektronik rumah tangga, seperti televisi, kulkas, hingga pompa air dilaporkan rusak karena aliran listrik yang tidak normal. Aktivitas sehari-hari pun terganggu, bahkan berimbas pada produktivitas dan perekonomian masyarakat.

Ironisnya, hingga memasuki awal tahun 2026, Dusun Kanderuh belum memiliki gardu distribusi listrik sendiri. Pasokan listrik masih bergantung pada jaringan dari wilayah lain dengan jarak yang cukup jauh, sehingga daya listrik kerap melemah, terutama pada jam penggunaan tinggi di malam hari.

Baca Juga:  Karnaval Budaya Nusantara di Desa Randegan Berlangsung Meriah, Lurah Gatot Peserta Kehormatan Menjadi "Raja"

Persatuan Pemuda Kanderuh Banjarbillah (PPKB) melalui perwakilannya berinisial KR menegaskan, bahwa persoalan tersebut sudah berulang kali disampaikan kepada pihak terkait, namun belum mendapat respons nyata.

“Sejak awal pemasangan tahun 2017, kondisi listrik disini tidak pernah benar-benar normal. Hampir sembilan tahun kami bertahan dengan risiko kerusakan alat elektronik,” ungkap KR.

Ia juga menyinggung kedatangan pihak PLN pada tahun 2025 lalu yang sempat melakukan survei dan pendataan jaringan. Namun, menurutnya, langkah tersebut belum membuahkan hasil.

“Ada pendataan, ada dokumentasi, tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut. Gardu tetap tidak ada, masalah tetap sama,” ujarnya dengan nada kecewa.

Sorotan juga datang dari Ketua LSM Pemuda Indonesia, Zainal Abidin, yang menduga adanya keterlibatan pihak ketiga dalam pengelolaan jaringan listrik yang justru memperumit penyelesaian persoalan.

Baca Juga:  Coblosan Pilkada Serentak di Kec. Tambelangan Aman dan Sukses

Ia mendesak PLN untuk melakukan evaluasi terbuka dan menyeluruh demi memastikan layanan listrik berjalan sesuai standar, bukti ketika malam hari voltase turun drastis tidak stabil.

Warga pun menyatakan kesiapannya untuk terus menyuarakan aspirasi apabila kondisi tersebut terus diabaikan. Mereka menilai listrik yang stabil bukanlah kemewahan, melainkan hak dasar yang seharusnya dijamin negara.

“Kami tidak menuntut berlebihan, hanya ingin listrik yang aman dan layak. Kalau ini terus dibiarkan, tentu akan ada langkah lanjutan dari warga,” tegas KR.

Sementara itu, Pemerintah Desa Banjarbillah menyatakan, komitmennya untuk ikut mengawal keluhan warga dan menjembatani komunikasi dengan pihak PLN serta instansi terkait.

“Harapan besar disematkan agar persoalan listrik di Dusun Kanderuh tidak lagi menjadi cerita lama yang terus berulang tanpa solusi,” ungkapnya. (Hadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *