Dipublikasikan pada 6 Oktober 2026
TEBO, mediabrantas.id – Keterbatasan fiskal daerah tidak menyurutkan langkah Pemerintah Kabupaten Tebo. Di bawah kepemimpinan Bupati Tebo Agus Rubiyanto, SE, MM bersama Wakil Bupati Nazar Efendi, SE, M.Si, Pemkab memilih strategi jemput bola ke pemerintah pusat.
Langkah proaktif ini membuahkan hasil. Berbagai program strategis dari APBN berhasil dibawa pulang untuk memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Tebo.
Dari bantuan ratusan ribu kilogram benih, perluasan ribuan hektare lahan, hingga bantuan alat mesin pertanian (alsintan) modern, pertanian Tebo diperkuat dari hulu hingga hilir.
Ribuan Hektare Lahan dan Ratusan Ribu Benih Disiapkan
Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tebo Tahun 2026, bantuan benih padi inbrida mencapai 3.700 hektare dengan total kebutuhan benih 121.150 kilogram. Bantuan tersebut bersumber dari APBD 250 hektare, APBD Perubahan 290 hektare, dan APBN 1.519 hektare.
Penguatan produksi juga ditopang melalui program Optimasi Lahan (OPLAH) 2025 seluas 579 hektare, cetak sawah baru 96 hektare, Perluasan Areal Tanam melalui program PM-AAS 157 hektare, dan OPLAH 2026 seluas 764,01 hektare.
Untuk padi ladang, dukungan mencapai 2.505 hektare dengan kebutuhan benih 74.400 kilogram. Sementara komoditas lainnya meliputi jagung 434 hektare, kacang tanah 60 hektare, penangkaran kacang tanah APBD-P 9 hektare, kedelai 349 hektare, serta pengembangan kawasan durian 35 hektare melalui dukungan APBN.
Mekanisasi Pertanian, Dari Cangkul Menuju Modern
Tidak hanya benih dan lahan, mekanisasi pertanian juga menjadi fokus. Pada tahun 2026, petani Tebo mendapatkan alokasi bantuan 19 unit traktor roda dua, 1 unit combine harvester besar, dan 12 unit power thresher.
Bantuan alsintan ini diarahkan untuk mempercepat pengolahan lahan dan panen, menekan biaya produksi, serta mengurangi kehilangan hasil panen.
Strategi Jemput Bola, APBN Mengalir ke Tebo
Masuknya berbagai dukungan APBN tersebut tidak terlepas dari intensnya komunikasi dan koordinasi yang dilakukan Bupati Agus Rubiyanto dengan kementerian dan lembaga di pusat. Strategi jemput bola menjadi kunci di tengah keterbatasan APBD.
Ketahanan Pangan Hingga Meja Makan Diperkuat
Di sektor hilir, bantuan pangan APBN periode Februari-Maret 2026 telah menjangkau 39.359 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dan periode Juli-September mencapai 41.080 PBP.
Stabilisasi harga dilakukan melalui 16 kali Gerakan Pangan Murah (GPM), yang terdiri dari 8 kali melalui skema mandiri dan CSR Bank Indonesia, serta 8 kali melalui APBD.
Pemkab Tebo juga menyiapkan 10.500 kilogram beras untuk Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), menyusun FSVA dan SKPG 2026, serta memperkuat pengawasan keamanan pangan melalui rapid test pestisida dan formalin, pengujian 20 sampel PSAT di laboratorium, dan penyediaan satu unit freezer.
Intervensi pangan juga diarahkan untuk penanganan stunting melalui bantuan beras dan telur bagi 26 baduta, sosialisasi B2SA, serta bantuan benih cabai dan pupuk kepada empat kelompok masyarakat.
Rangkaian program dari hulu hingga hilir ini menegaskan satu arah kebijakan: membangun pertanian Tebo yang produktif, ketahanan pangan yang kuat, dan kesejahteraan masyarakat menuju Tebo Sejahtera 2030. (Armayati)






