Dipublikasikan pada 5 Oktober 2026
MOJOKERTO, mediabrantas.id –
Ratusan jamaah, bersama warga Dusun Banjarsari dan tokoh masyarakat setempat Menghadiri Kegiatan Majlis Khotmil Qur’an ke-28 yang digelar area Makam Eyang Tumenggung Soekarto Widjoyono di Dusun Banjarsari, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Minggu (04 /10 /2026).
Mejalis ilmu agama yang dibungkus dengan kegiatan Khotmil Qur’an ini tak terasa telah memasuki bulan ke 28 ini merupakan ajang sarana silaturahmi dan memperkuat syiar Islam sekaligus mendoakan para orang tua, guru, leluhur, dan seluruh ahli kubur, kaum muslimin dan muslimat.
Sebelumnya, sejak habis subuh jamaah rutin Khotmil Qur’an ini melakukan pembacaan Al-Qur’an, hingga khatam yang selanjutnya dirangkai siang’nya bersholawat Nabi hingga tausiah keagamaan, doa bersama dan kenduri tumpeng.
Dalam kegiatan tersebut, selain Khotmil Qur’an ( Pembacaan Ayat Al-Qur’an,) juga diisi dengan pembacaan Sholawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW Ustaz, Tahlil dan Istighotsah ini juga diisi dengan ceramah agama.
Sementara itu Kyai Hasan Mathori, dalam ceramahnya mengingatkan para jamaah agar tidak melupakan jasa orang-orang yang telah memberikan pengaruh dalam perjalanan hidupnya.
Menurutnya, keberkahan tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia kepada Allah SWT, tetapi juga bagaimana seseorang menjaga hubungan baik dengan Rasulullah SAW, orang tua, guru, ulama dan para pendahulu.
Dikatakan oleh Kyai Hasan, kalau kita menjaga hubungan dengan Allah, Rasulullah, orang tua, kakek nenek, guru dan para ulama, insyaallah hidup kita akan mendapatkan keberkahan dalam hidup.
Kyai Hasan juga menekankan besarnya pengorbanan orang tua dalam membesarkan anak. Karena itu, jasa mereka tidak boleh dilupakan, bahkan ketika telah meninggal dunia.
Sehingga beliau meminta para jamaah agar Jangan pernah melupakan orang tua. ” Kita bisa menjadi seperti sekarang ini tidak lepas dari perjuangan mereka,” ucap Kyai Hasan.
SebabTanpa guru, kata Kyai Hasan,
kita tidak akan memahami agama. Karena itu jangan pernah melupakan guru, ulama dan orang-orang yang telah berjasa kepada kita maupun masyarakat. .
Di majelis ini Khotmil Qur’an ini, ada doa yang terus dipanjatkan, jasa leluhur yang terus dikenang, serta tradisi yang berusaha dijaga agar tidak terputus oleh pergantian

Sementara itu ditempat yang sama, Penanggung jawab kegiatan Hadi Purwanto, SH, MH, yang akrab disapa Mas Hadi ini menjelaskan bahwa acara Rutinan Khotmil Qur’an di komplek Makam Eyang Tumenggung Soekarto Widjoyono tersebut dimulai sejak pagi, para jamaah memadati area makam untuk mengikuti rangkaian pembacaan atau Semaan Al-Qur’an, Sholawatan, Tahlil dan doa bersama ini diakhiri dengan kenduri tumpeng.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk pengingat agar manusia tidak melupakan asal-usul serta senantiasa mendoakan mereka yang telah mendahului.
Pria yang juga merupakan Advokat dan pejuang masyarakat ini juga mengungkapkan rasa syukurnya karena kegiatan Khotmil Qur’an mampu berjalan secara rutin hingga memasuki pelaksanaan ke-28 bulan .
Sehingga dirinya menilai keberlangsungan kegiatan selama dua tahun lebih ini merupakan buah dari kebersamaan dan komitmen seluruh jamaah yang terus menjaga semangat ibadah.
“Istiqomah bukan perkara mudah. Banyak kegiatan yang diawali dengan semangat besar, tetapi tidak semuanya mampu bertahan. Alhamdulillah, majelis ini masih terus berjalan berkat pertolongan Allah SWT dan kekompakan jamaah,” ujar Mas Hadi didampingi keluarganya.
Sementara itu kegiatan Khotmil Qur’an di Makam Mbah Sentono Dusun Banjarsari ini diakhiri dengan pembacaan doa dan kenduri tumpeng. ( Kartono )






