Dipublikasikan pada 3 Juli 2026
JOMBANG, mediabrantas.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang dalam mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TBC) terus diwujudkan melalui berbagai langkah nyata. Salah satunya dengan menggandeng Stop TB Partnership Indonesia (STPI) untuk melaksanakan program Active Case Finding (ACT) atau penemuan kasus TBC secara aktif di tengah masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam mempercepat deteksi dini sekaligus menekan angka penularan penyakit TBC yang hingga kini masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, pada Jum’at (3/7/2026).
Kegiatan ACT dipusatkan di Balai Desa Bareng, Kecamatan Bareng. Sejak pagi, ratusan warga telah memadati lokasi pemeriksaan untuk mengikuti rangkaian layanan kesehatan yang disediakan secara gratis. Tim gabungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Puskesmas Bareng, dan STPI memberikan pelayanan mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB dengan sasaran masyarakat dari empat desa, yakni Desa Bareng, Jenisgelaran, Karangan, dan Pakel.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan antropometri berupa pengukuran berat badan dan tinggi badan, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, skrining Tuberkulosis melalui wawancara gejala dan faktor risiko, pemeriksaan dahak bagi peserta yang memenuhi kriteria, hingga pemeriksaan foto rontgen dada menggunakan fasilitas radiologi yang telah disiapkan di lokasi.
Keunggulan kegiatan ini adalah hasil pemeriksaan foto rontgen dapat diketahui secara langsung. Seluruh hasil dibacakan di tempat oleh dr. Cardio dari Puskesmas Bareng sehingga peserta yang terindikasi memiliki kelainan pada paru-paru dapat segera memperoleh penjelasan serta tindak lanjut sesuai prosedur pelayanan kesehatan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mempercepat proses diagnosis sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Program Active Case Finding sendiri merupakan pendekatan proaktif dalam menemukan kasus Tuberkulosis yang selama ini belum terdeteksi. Berbeda dengan pelayanan kesehatan konvensional yang menunggu pasien datang berobat ke fasilitas kesehatan, ACT justru mendatangi masyarakat untuk melakukan skrining dan pemeriksaan. Strategi ini dinilai lebih efektif dalam menemukan penderita TBC sejak dini, termasuk mereka yang belum menyadari adanya gejala atau memilih menunda pemeriksaan.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut terlihat sangat tinggi. Kuota yang semula disiapkan untuk 200 peserta ternyata terlampaui. Hingga kegiatan berlangsung, tercatat sekitar 225 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan. Tingginya partisipasi ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan serta melakukan deteksi dini terhadap penyakit menular, khususnya Tuberkulosis.
Partisipasi masyarakat yang melampaui target juga menjadi bukti bahwa edukasi mengenai bahaya TBC dan pentingnya pemeriksaan kesehatan mulai mendapat respons positif. Kesadaran untuk memeriksakan diri, meskipun belum merasakan keluhan yang berarti, merupakan langkah penting dalam memutus rantai penularan penyakit di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Melalui kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Puskesmas Bareng, dan Stop TB Partnership Indonesia, diharapkan semakin banyak kasus Tuberkulosis yang dapat ditemukan lebih awal sehingga pasien segera memperoleh pengobatan hingga tuntas. Dengan demikian, upaya eliminasi TBC di Kabupaten Jombang dapat berjalan lebih optimal sekaligus mendukung target nasional menuju Indonesia bebas Tuberkulosis.
Kegiatan Active Case Finding di Kecamatan Bareng menjadi salah satu bukti nyata bahwa keberhasilan penanggulangan TBC tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan sinergi seluruh pihak, termasuk dukungan pemerintah, mitra kesehatan, pemerintah desa, serta kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan secara rutin. Semangat kolaborasi inilah yang diharapkan mampu mempercepat terwujudnya masyarakat Jombang yang lebih sehat, produktif, dan terbebas dari ancaman Tuberkulosis. (Budi Tanoto)












