Dipublikasikan pada 2 Juni 2023
MOJOKERTO, mediabrantas.id – Moment bersejarah Hari lahir (Harlah) Pancasila, dijadikan awal dari perjuangan Ahmad Athoillah sebagai bakal calon Anggota DPRD Kota Mojokerto pada Pemilu 2024 mendatang.
Pria yang akrab disapa Gus Ahmad Athoillah dalam pertemuan bersama puluhan Tim Sukses di Aula lingkungan Masjid As Syuhada’ Mojokerto, menyampaikan kesiapannya untuk menjadi Bakal Calon Anggota DPRD Kota Mojokerto dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kamis malam, 1 Juni 2023.
“Alhamdulillah malam ini kami bersama para Tim Sukses dapat bersilaturahmi di tempat Almarhum Kakek saya, KH. Muhammad Nawawi, Pendiri Pondok Pesantren Tahfidul Qur’an An-Nawawy, untuk menyusun strategi pemenangan,” katanya.
Saat ditanya visi dan misinya menjadi bacaleg parpol yang dipimpin Gus Muhaimin Iskandar tersebut, Putra ke 3 dari KH. Mubayyin Syafi’i, Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Pacet ini mengaku semata-mata untuk memperjuangkan rakyat.

“Jujur, saya belum pernah terjun di politik. Namun karena saya diminta untuk berjuang di PKB, maka Bismillah berjuang untuk rakyat. Jadi, visi misi saya tidak muluk-muluk, yaitu punya saudara yang banyak, dan apapun yang diperlukan oleh rakyat, pasti akan saya perjuangkan semaksimal mungkin,” ungkapnya.
Dalam pertemuan di Jalan Gajah Mada Nomor 118, atau tepatnya di depan Gedung DPRD Kota Mojokerto tersebut, Gus Ahmad Athoillah juga meminta masukan dan saran dari para Tim Sukses, termasuk terkait kebutuhan rakyat apa saja yang harus diberikan perhatian khusus.
“Berhubung sejak kecil saya berada di Pondok Pesantren Al Falah Ploso Mojo, maka sekarang saya ingin lebih mengenal masyarakat dan mengetahui apa saja kebutuhan rakyat di Dapil 1 Kota Mojokerto, yaitu Kecamatan Magersari. Dengan adanya masukan dari Tim Sukses ini, sehingga nantinya saya bisa berbuat yang terbaik untuk rakyat, bukan setelah jadi malah menghilang seperti oknum anggota dewan lainnya,” jelasnya.
Seperti diketahui, Gus Ahmad Athoillah, sejak kecil menimba ilmu sebagai Santri di Ponpes Al Falah Ploso, Mojo, Kediri, dan mengabdi kepada Kakak dari Gus Miek (KH. Hamim Thohari Djazuli), yaitu KH. Nurul Huda Djazuli, atau ayahanda Gus Kautsar Ploso (Muhammad ‘Abdurrahman Al Kautsar).

Setelah beberapa tahun menjadi pengajar di Ponpes Al Falah Ploso, Gus Ahmad Athoillah diminta untuk pulang ke Pacet, Mojokerto, dan disuruh menjadi Bacaleg PKB untuk Pemilu 2024 mendatang. Karena menerima tugas untuk berjuang melalui parlemen, Gus Ahmad Athoillah akhirnya secara suka rela dan bersungguh-sungguh untuk melaksanakan amanat tersebut.
Sementara, seusai bermusyawarah dengan para Tim Sukses, mereka secara bersama-sama meneriakkan yel yel “Bismillah, Bareng Gus Ahmad Athoillah, Insya Alloh Amanah”. (Hikam / Kartono)






