Hanya Dapat 4 Siswa SMPN Satu Atap Di Kabupaten Madiun

Dipublikasikan pada 8 Juli 2024

Madiun, mediabrantas.id – SMP Negeri Satu Atap Gemarang, Madiun baru menerima 4 siswa selama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024/2025. Lalu apa penyebab sepinya peminat di sekolah yang berada di Desa Batok, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun.

Wakil Kepala Sekolah SMPN Satu Atap Dian Widiyawati (40) menyebut lokasi sekolah yang berada di kawasan lereng Gunung Wilis dianggap penyebabnya.

“Mungkin karena letak geografis jadi penyebab sepi pendaftar. Berada di lereng Gunung Wilis,” ujar Dian, Senin, 8 Juli 2024.

Selain alasan geografis, Dian menyebut para calon murid juga ingin suasana baru lingkungan sekolah. Sebab, lingkungan setempat hanya ada hamparan kebun singkong.

“Alasan lain dari calon murid ingin ganti suasana baru. Lingkungan yang baru kalau di sini mungkin yang dilihat pemandangan kebun ketela,” kelakar Dian.

Baca Juga:  Ketua Cabang PSHT Cabang Sampang Berpartisipasi Dalam Festival Mangrov Jatim II

Dian menyampaikan bahwa dahulu juga ada sistem jemput bola bagi para murid dengan kendaraan dinas Pendidikan. Namun kendaraan antar jemput murid ditiadakan karena terkendali operasional.

“Dulu ada kendaraan truk angkutan untuk menjemput semua murid keliling desa dan sekarang ditiadakan karena tidak ada operasional. Ditarik ke Dinas saat itu,” tandas Dian.

Sebelumnya, SMP Negeri di Desa Batok, hanya mendapat empat siswa saja. Hal ini diduga karena kondisi geografis yang berada di kawasan lereng Gunung Wilis.

SMPN Satu Atap Gemarang berada di samping SDN 05 Desa Batok. Secara geografis berada di lereng Gunung Wilis dengan jarak dari pusat kecamatan sekitar 10 km. Sedangkan dari pusat pemerintahan Kabupaten Madiun sekitar 30 km.

Wakil Kepala Sekolah SMPN Satu Atap Dian Widiyawati (40) membenarkan kondisi tersebut. Padahal pihaknya telah menyiapkan kuota 32 pendaftar.

Baca Juga:  K3S & KKG Mahoni Guslah 1 Berikan Penghormatan Purna Tugas Kepala SDN Birem 2

“Di sekolah kami dari jumlah pagu 32 hanya mendapatkan 4 murid saja,” ujar Dian.(Sugeng Rudianto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *