Kekeringan Melanda Sampang, Gubernur Khofifah Salurkan Air Bersih untuk 4.254 Warga Kedungdung

Dipublikasikan pada 17 September 2026

SAMPANG, mediabrantas.id – Krisis air bersih akibat kekeringan kembali dirasakan masyarakat Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Pemerintah Provinsi Jawa Timur turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Kedungdung, Kecamatan Kedungdung, Kamis (17/9/2026).

Bantuan tersebut disalurkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan menyasar 4.254 jiwa dari 951 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan.

Khofifah mengatakan, bantuan Pemprov Jatim merupakan bentuk dukungan terhadap langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Sampang dalam menangani dampak kekeringan.

“Jadi kehadiran Pemprov ini sifatnya mensubstitusi, komplementaritas, menguatkan, melapisi dari yang sudah dilakukan oleh kabupaten kota,” ujar Khofifah.

Kabupaten Sampang

Selain air bersih, bantuan di sejumlah lokasi juga dilengkapi paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama kondisi kekeringan.

Menurut Khofifah, penanganan kekeringan tidak cukup hanya dilakukan melalui distribusi air bersih. Untuk jangka panjang, pemerintah perlu mencari sumber air baru, salah satunya melalui pembangunan sumur bor.

Baca Juga:  Pemdes Tambelangan Gelar Musdesus dan Sosialisasi Pembentukan Koperasi Merah Putih

Namun, upaya tersebut tidak selalu mudah. Kondisi geologi di sejumlah wilayah menjadi tantangan tersendiri dalam proses pengeboran untuk menemukan sumber air.

Jika sumber air yang cukup tersedia, pemerintah akan mengupayakan penyaluran air menuju wilayah yang membutuhkan. Khofifah menyebut, sebelumnya pemerintah bahkan pernah menyalurkan air dari sumber yang berjarak hingga 17 kilometer.

Sementara untuk pembangunan embung atau waduk, Pemprov Jatim masih akan melakukan kajian dan assessment untuk menentukan lokasi yang paling sesuai dengan kondisi serta potensi wilayah.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang agar masyarakat Sampang tidak terus bergantung pada bantuan air bersih setiap kali musim kemarau berkepanjangan melanda. (Hadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *