SAMPANG, mediabrantas.id – Di balik sunyinya Dusun Kebun, Desa Baturasang, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, tersimpan kisah pilu seorang perempuan tunanetra bernama Muslimah yang kini harus menjalani hidup seorang diri tanpa pendamping tetap.
Sejak kedua orang tuanya meninggal dunia, Muslimah yang tak pernah menikah itu harus berjuang menghadapi kerasnya kehidupan dengan segala keterbatasan yang dimilikinya. Hari-harinya kini lebih banyak bergantung pada belas kasih tetangga sekitar dan bantuan seadanya dari keluarga.

Kondisi tersebut menyita perhatian warga setempat. Mereka menilai kehidupan Muslimah sangat memprihatinkan dan membutuhkan uluran tangan, baik dari pemerintah maupun para dermawan.
Salah seorang warga, Zaimah, mengungkapkan bahwa sejak kecil Muslimah memang hidup bersama kedua orang tuanya dan seluruh kebutuhan sehari-harinya dipenuhi oleh mereka.
“Dia tidak pernah menikah. Dulu semua kebutuhan hidupnya bergantung pada orang tuanya. Setelah kedua orang tuanya meninggal, sekarang dia hidup sendiri,” ujar Zaimah.

Menurutnya, saat ini Muslimah hanya sesekali mendapat bantuan dari keponakannya yang juga sudah lanjut usia, sehingga bantuan tersebut tentu sangat terbatas dan belum mampu mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya.
Warga berharap pemerintah desa maupun instansi terkait dapat turun langsung melihat kondisi Muslimah agar ia bisa mendapatkan bantuan sosial yang layak, perhatian kesehatan, serta pendampingan yang lebih manusiawi.
“Kasihan sekali, apalagi beliau hidup sendirian dan tidak bisa melihat. Kami berharap ada perhatian nyata dari pemerintah, jangan sampai terus terabaikan,” tambah warga lainnya.
Kisah Muslimah menjadi potret nyata bahwa masih ada masyarakat yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan kepedulian bersama. Di tengah berbagai program sosial yang terus digulirkan, warga berharap tidak ada lagi mereka yang luput dari perhatian, terutama bagi penyandang disabilitas yang hidup tanpa penopang keluarga. (Hadi)









