TEBO, mediabrantas.id – Siswa siswi SMAN 6 Tebo dengan antusias mengikuti penyuluhan terkait bahaya Narkoba dan Bullying dari Polsek VII Koto, Polres Tebo, Polda Jambi, Kamis, 02 April 2026.
Kepala SMA Negeri 6 Tebo, M. Amir, S.Pd., M.Pd, didampingi Ketua Komite Sekolah, Baihan, dikonfirmasi mengatakan, pihaknya menyambut baik atas adanya penyuluhan tentang bahaya narkoba yang jelas-jelas merusak generasi bangsa.
“Kami sangat berterimakasih kepada Polsek VII Koto yang telah berkenan memberikan penyuluhan kepada siswa siswi SMAN 6 Tebo ini. Semoga bermanfaat dan terwujud genarasi emas tanpa narkoba,” katanya.

Amir juga mengatakan, belakangan ini banyak sekali bermunculan kasus-kasus bullying di kalangan anak-anak. Oleh sebab itu, penyuluhan tentang bullying ini dirasa sangat perlu dilakukan di sekolahan-sekolahan, agan nantinya tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Begitupula dengan permasalahan bullying, apabila tidak segera diberikan pemahaman kepada anak-anak, bukan tidak mungkin nantinya akan menimbulkan korban, dan akhirnya terjadi penyesalan tak berarti. Oleh sebab itu, penyuluhan tersebut sangat penting sekali,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek VII Koto, AKP Moh. Hasyim Asy’ari, S.H., M.H dikonfirmasi melalui Bhabinkamtibmas Aiptu Fajri Saputra mengatakan, penyuluhan di SMAN 6 Tebo ini merupakan program Police Goes to School, sebagaimana Perkap No. 3 tahun 2015.
“Dengan adanya penyuluhan tentang bahaya narkoba dan bullying di sekolahan-sekolahan seperti ini, diharapkan dapat tercipta generasi-genarasi bangsa yang berkualitas, dan tidak sampai terjerumus ke lembah penyalahgunaan norkotika,” ucapnya.
Aiptu Fajri Saputra juga menjelaskan, selain narkoba, saat ini juga ada permasalahan yang harus mendapatkan perhatian serius di kalangan anak-anak maupun remaja, yaitu kasus bullying.
“Bullying itu juga merupakan permasalahan yang harus segera diberikan perhatian khusus, karena dampak yang dialami oleh korban itu bisa menghancurkan masa depannya,” ulasnya.

Menurut Aiptu Fajri Saputra, kasus bullying biasanya hanya bermula dari candaan biasa, kemudian menjadi kebiasaan, dan naasnya tanpa disadari berujung pada perbuatan yang merugikan orang lain, bahkan teman akrabnya sendiri.
“Maka dari itu, kami hadir untuk memberikan penyuluhan terkait bullying, supaya siswa siswi di SMA Negeri 6 Tebo ini dapat memahami, dan tidak sampai terjadi disini,” tutur Aiptu Fajri Saputra. (Armayati)






