RSUD Jombang Buka Layanan FNAB Hingga Imunohistokimia untuk Deteksi Benjolan

Dipublikasikan pada 22 September 2026

JOMBANG, mediabrantas.id – Masyarakat Kabupaten Jombang kini memiliki akses layanan pemeriksaan yang lebih lengkap untuk mendeteksi secara dini berbagai jenis benjolan atau kelainan jaringan yang tumbuh secara tidak normal pada tubuh.

Instalasi Patologi Anatomi RSUD Jombang menyediakan sejumlah layanan pemeriksaan, mulai dari Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB), sitologi dan Papsmear, histopatologi hingga imunohistokimia.

Pemeriksaan tersebut ditujukan untuk membantu memastikan diagnosis sehingga dokter dapat menentukan langkah penanganan dan terapi secara tepat.

Direktur RSUD Jombang dr. Pudji Umbaran, MKP melalui Dokter Spesialis Patologi Anatomi RSUD Jombang, dr. Agung Dwi Suprayitno, Sp.PA, mengimbau masyarakat agar lebih mengenali setiap benjolan yang tumbuh tidak normal pada tubuh.

Menurut dr. Agung, benjolan tidak selalu menunjukkan kondisi yang sama. Benjolan dapat bersifat jinak, ganas, maupun merupakan akibat dari proses peradangan.

“Setiap benjolan yang tidak normal bisa jinak, ganas atau suatu keradangan. Dengan mengetahui jenis-jenis benjolan tersebut, kita bisa menentukan langkah pengobatan selanjutnya,”jelas dr. Agung.

Ia menerangkan, Patologi Anatomi merupakan ilmu kedokteran yang mempelajari penyebab, proses, serta perubahan penyakit melalui pemeriksaan jaringan dan organ tubuh.

“Peran kami adalah sebagai gold standard diagnosis. Hasil pemeriksaan Patologi Anatomi sangat krusial untuk menentukan stadium dan jenis terapi yang paling tepat bagi pasien,”ujarnya saat menjadi narasumber dalam program dialog“Humas RSUD Menyapa” yang dipandu Risqy Oktafriyanti, A.Md.Keb.

Baca Juga:  Pemkab Sampang Sambut Kepulangan 616 Jemaah Haji, Suasana Haru Warnai Pendopo Trunojoyo

Pelayanan Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Jombang merupakan pelayanan diagnostik yang diberikan berdasarkan rujukan dokter klinisi.

Pemeriksaan dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis berdasarkan perubahan morfologi sel dan jaringan, termasuk pemeriksaan imunologik dan molekuler.

Pelayanan tersebut juga berperan dalam mendeteksi kelainan akibat perubahan jaringan tubuh serta melakukan penapisan terhadap penyakit tertentu.

Seiring perkembangan ilmu dan teknologi, peran Patologi Anatomi tidak hanya terbatas pada penentuan diagnosis, tetapi juga membantu menentukan pilihan terapi dan memberikan gambaran prognosis atau perkiraan perjalanan penyakit.

Selain menerima sampel jaringan untuk pemeriksaan histopatologi, Laboratorium Patologi Anatomi juga menerima sampel cairan untuk pemeriksaan sitologi.

Pada sejumlah kasus yang dicurigai sebagai keganasan, pemeriksaan sitologi dapat dilakukan menggunakan sampel cairan, seperti cairan efusi pleura, cairan otak, cairan asites maupun urine.

Sampel cairan tersebut kemudian diproses melalui penyaringan, dibuat apusan atau smear, kemudian dilakukan pewarnaan menggunakan reagen tertentu. Sampel juga dapat dibuat menjadi preparat blok parafin atau cell block untuk meningkatkan nilai diagnostik sehingga hasil pemeriksaan dapat lebih tepat dan akurat.

Baca Juga:  Proyek Revitalisasi SDN 091635 Kerasaan Diduga Langgar Juknis

Salah satu layanan yang tersedia adalah pemeriksaan sitologi, termasuk FNAB dan Papsmear.

FNAB merupakan prosedur pengambilan sampel sel dari benjolan menggunakan jarum halus. Pemeriksaan ini dapat menjadi salah satu langkah awal untuk mengetahui karakter benjolan, apakah mengarah pada keganasan, tumor jinak atau proses peradangan.

Sementara Papsmear digunakan sebagai pemeriksaan skrining untuk membantu mendeteksi secara dini kanker serviks atau kanker leher rahim.

Dr. Agung kembali menekankan pentingnya masyarakat tidak mengabaikan benjolan yang tumbuh secara tidak normal. Menurutnya, kepastian mengenai jenis benjolan menjadi bagian penting dalam menentukan penanganan selanjutnya.

Waktu penyelesaian pemeriksaan di Instalasi Patologi Anatomi RSUD Jombang berbeda sesuai jenis dan tingkat kompleksitas pemeriksaan.

Untuk FNAB, hasil pemeriksaan dapat diketahui sekitar 24 jam. Pemeriksaan sitologi, termasuk Papsmear, membutuhkan waktu sekitar tiga hari kerja.

Sementara pemeriksaan histopatologi terhadap sampel jaringan hasil operasi atau biopsi membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga 14 hari kerja.

Adapun pemeriksaan imunohistokimia membutuhkan waktu sekitar tujuh hari kerja.

Instalasi Patologi Anatomi RSUD Jombang juga telah dilengkapi layanan imunohistokimia. Pemeriksaan ini merupakan salah satu pemeriksaan lanjutan yang dapat membantu menentukan karakteristik tertentu pada sel kanker.

Baca Juga:  Bupati Support Direktur Perumda Tira Kencana Luncurkan Produk Air Minum Kemasan

Hasil pemeriksaan dapat membantu dokter dalam menentukan jenis terapi yang sesuai sekaligus memberikan gambaran prognosis pasien.

Menurut dr. Agung, pemeriksaan imunohistokimia cukup sering digunakan pada kasus kanker payudara, mengingat kasus tersebut menjadi salah satu perhatian di Kabupaten Jombang.

“Pemeriksaan Imunohistokimia ini bisa dimanfaatkan untuk semua jenis kanker, tidak hanya payudara,”tegasnya.

Alur pelayanan dimulai dari penerimaan spesimen beserta formulir pemeriksaan di Laboratorium Patologi Anatomi. Sampel jaringan kemudian menjalani proses fiksasi menggunakan formalin buffer 10 persen, diproses menjadi blok parafin, hingga selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan pembacaan oleh dokter spesialis Patologi Anatomi.

Untuk memberikan pelayanan diagnostik, Instalasi Patologi Anatomi RSUD Jombang didukung dua dokter spesialis, yakni dr. Agung Dwi Suprayitno, Sp.PA dan dr. Tjondro Sasmoro, Sp.PA.

Layanan tersebut buka setiap hari kerja mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Dengan tersedianya layanan pemeriksaan yang semakin lengkap, masyarakat Jombang dan sekitarnya diharapkan lebih waspada terhadap setiap perubahan atau pertumbuhan benjolan yang tidak normal.

Pemeriksaan secara dini melalui layanan Patologi Anatomi dapat membantu memperoleh diagnosis yang lebih jelas sehingga penanganan dapat ditentukan secara lebih tepat, termasuk pada penyakit serius seperti kanker. (Budi Tanoto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *