SAMPANG, mediabrantas.id – Menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten Sampang kembali menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini digelar pada Senin (26/1/2026), sejak pukul 08.00 WIB, berlokasi di kediaman Kepala Desa Tambelangan, Kecamatan Tambelangan.
Sejak pagi, lokasi kegiatan sudah dipadati warga dari berbagai kalangan. Mereka rela mengantre demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Antusiasme ini mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan murah di tengah tren kenaikan harga jelang Ramadhan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Tambelangan, Ach. Fariji, S.Pd., MM., M.Pd., Kapolsek Tambelangan, AKP Ach. Saprawi, Kepala Desa Tambelangan, Muhammad Faisol, serta perangkat desa dan unsur terkait lainnya.
Mengusung tema “Stok Aman, Puasa Nyaman”, Gerakan Pangan Murah menyediakan berbagai komoditas strategis, di antaranya beras SPHP dan beras petani, gula pasir, telur, Minyakita, bawang merah dan bawang putih, cabai rawit, cabai besar, hingga aneka sayuran segar.
Kepala Desa Tambelangan, Muhammad Faisol menyebutkan, bahwa GPM sangat membantu masyarakat, terutama dalam menghadapi lonjakan harga bahan pokok menjelang bulan puasa.
“Kami berharap pasar murah ini benar-benar bisa meringankan beban warga, sehingga kebutuhan pangan tetap terpenuhi meskipun harga di pasaran sedang naik,” ujarnya.
Ia menambahkan, khusus untuk komoditas beras, panitia menyiapkan stok hingga 5 ton. Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 40 sak beras telah terjual, dengan harga Rp55 ribu per sak berisi 5 kilogram beras bersih.
Sementara itu, Camat Tambelangan ACH. Fariji mengapresiasi pelaksanaan GPM yang dinilai tepat sasaran dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Ini adalah langkah strategis Pemkab Sampang dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Kehadiran pemerintah secara langsung seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa suksesnya Gerakan Pangan Murah tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Bulog, ID Food, BUMN pangan, Gapoktan, Poklahsar, hingga pelaku UMKM lokal.
Gerakan Pangan Murah menjadi bagian dari upaya konkret mewujudkan visi “Sampang Hebat Bermartabat”, sekaligus sebagai langkah pengendalian inflasi, penguatan ketahanan pangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, Mahrus, salah satu pemilik toko di timur Pasar Tambelangan, mengungkapkan bahwa sebagian stok beras GPM juga disalurkan melalui tokonya.
“Beras GPM diturunkan di toko saya. Kepala desa menelepon langsung dan meminta agar sisa beras GPM dijual di sini,” jelas Mahrus saat dikonfirmasi media brantas.id.
Dengan pola distribusi yang fleksibel dan melibatkan pelaku usaha lokal, Gerakan Pangan Murah di Tambelangan dinilai semakin efektif menjangkau masyarakat luas. (Hadi)












