Sudah Berjalan 18 Bulan Secara Istiqomah, Warga Banjarsari dan Keluarga Hadi Purwanto Gelar Tahlil di Makam Mbah Sentono

MOJOKERTO, mediabrantas.id – Sudah 18 bulan ini warga Dusun Banjarsari, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto ini  secara istiqomah (rutin) sebulan sekali diawal bulan mengadakan acara, Sholawatan, Khotmil Qur’an dan Do’a Bersama serta Kenduri, Tumpeng yang diprakarsai oleh Keluarga  besar Hadi Purwanto, ST., SH., MH, yang diisi pula dengan ceramah agama oleh Kyai Mathori Hasan, Minggu siang (02 /11 /2025) di Aula terbuka Makam Umum Dusun Banjarsari (Eyang Temenggung Soekarto Widjoyono / Mbah Sentono).

Sementara itu kepada para wartawan Penanggungjawab Kegiatan, Hadi Purwanto, yang akrab disapa Gus  Hadi ini  mengatakan, bahwasanya kegiatan rutin Khotmil Qur’an dan Do’a Bersama ini merupakan sarana warga Banjarsari yang ingin  berbakti kepada orang tua dan para leluhurnya.

https://mediabrantas.id/wp-content/uploads/2025/12/Dinas-Pertanian-dan-Pangan-Kabupaten-Trenggalek.jpg

Gua  Hadi juga mengatakan bahwa Sebab tidak gampang untuk mengajak masyarakat untuk berbuat kebaikan apa lagi sampai Istiqomah dan sudah berjalan 18 bulan ini. “Informasi ini perlu kami sampaikan kepada publik, bahwa kegiatan Rutin keagamaan yang secara  Istiqomah ini kami selenggarakan tidak ada muatan politik atau kepentingan apa–apa, ini murni sebuah ibadah kita kepada Allah SWT, Kita belajar iklas kepada, Semua ini atas kehendak dan petunjuk langsung dari Alloh SWT, ” tegas Mas Hadi didampingi tokoh masyarakat H. Ismail Pribadi, Mas Putut  serta keluarganya.

Baca Juga:  Bupati Gus Barra Berikan Penghargaan Tertinggi Pada Bapenda Kab. Mojokerto Atas Aplikasi SPSE

Dijelaskan oleh Direktur LBH Djawa Dwipa dan LKH Barracuda ini  bahwa kegiatan rutin ini merupakan wadah  Belajar untuk  berbuat baik  kepada sesama dan giat ini bisa bermanfaat bagi orang lain. ” Kita disini sama sama belajar untuk mensyukuri nikmat Allah SWT, dan Alhamdulillah, Kegiatan ini sudah 18 bulan berlalu, semua ini laksanakan bersama keluarga dan Warga Dusun Banjarsari semata -mata karena Lilahi Taala, demi Akhirat Kelak, karena semua yang bernyawa pasti akan mati, dan kematian itu nantinya akan dimintai pertanggungjawaban kita dihadapan Alloh SWT, Karena kehidupan Akhirat itu ada,” lanjut Gus  Hadi.

Gus  Hadi mengatakan. “Makanya kita selalu belajar ikhlas hanya  semata -mata karena Alloh SWT, dan tidak ada niat yang macam – macam atau kepentingan politik sedikitpun di dalamnya, ” ucap Gus  Hadi.

Baca Juga:  85 Persen Warga Gunungsari Dawarblandong Sudah Tervaksin Covid-19
Mbah Sentono
Kyai Hasan Mathori, Ulama kharismatik saat menyampaikan ceramahnya

Sementara itu rangkaian acara rutinan giat kirim doa kepada para leluhur ini diawali dengan kegiatan Khotmil Qur’an,  setelah itu dilaksanakan kirim doa kepada para leluhur dan para ahli kubur yang  namanya telah tercatat di  kertas yang telah ditulis oleh panitia.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan kegiatan Manaqib Syech Abdul Qadir Jailani, setelah itu digelar pembacaan Sholawat Al-Banjari oleh  Group Selawat “Al-Haddad Djawa Dwipa”

Kemudian acara dilanjutkan dengan ceramah agama Islam yang secara rutin Disampaikan oleh Kyai  Hasan Mathori.

Dalam ceramahnya Kyai  Hasan Mathori berpesan agar umat tidak mencampuradukkan antara urusan dunia dan agama.

“Saya berpesan, Urusan dunia tidak boleh diaduk dengan urusan agama. Kalau kita sedang menjalankan urusan agama, maka urusan dunia harus dikesampingkan agar tidak berbenturan,” pinta Kyai Hasan Mathori.

Baca Juga:  Cegah Judi Online, Ponsel Anggota Polres Kediri Kota di Periksa Mendadak

Dalam kesempatan tersebut Kyai Hasan Mathori mencontohkan keteladanan Sayyidina Ali saat berperang di medan Badar dan Uhud.

“Sayyidina Ali adalah rajanya perang. Suatu ketika, ia hampir membunuh musuhnya, namun menahan diri karena rasa benci yang timbul. Itu bukti beliau bisa membedakan mana urusan dunia dan mana urusan pribadi,” ucap  Kyai Hasan Mathori.

Setelah itu acara ditutup dengan doa lalu dilanjutkan dengan murak tumpeng dan makan bersama dengan situasi guyub rukun dan kekeluargaan sama sama ingin mencari Berkah hidup dari Alloh SWT. (Kartono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *