Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Soroti Maraknya Kasus Pembuangan Bayi

Dipublikasikan pada 16 Mei 2026

BANYUWANGI, mediabrantas.id – Kasus pembuangan bayi berulang kali terjadi di Kabupaten Banyuwangi. Dengan adanya beberapa kejadian tersebut menuai perhatian serius dari DPRD Banyuwangi.

Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Siti Mafrochatin Ni’mah, menilai kasus tersebut menunjukkan adanya persoalan sosial serius yang perlu segera ditangani secara menyeluruh.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, tercatat lima kasus pembuangan bayi terjadi di sejumlah wilayah Banyuwangi. Peristiwa terbaru ditemukan di Kecamatan Glenmore pada Selasa (12/5/2026), ketika warga menemukan jasad bayi di dalam sebuah ransel. Sebelumnya, penemuan bayi dalam kardus mi instan di wilayah Glagah juga sempat menghebohkan masyarakat.

Ia mengatakan, tingginya angka kasus tersebut tidak boleh dianggap persoalan sepele atau persoalan biasa.

Beliau meminta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi lebih serius memberikan perhatian terhadap kondisi sosial masyarakat yang dinilai mulai mengkhawatirkan.

Baca Juga:  For Revenge Guncang Panggung Persada Blast 2025 Warnai HUT Ke-62 SMAN 2 Jombang

Artinya ada masalah sosial yang sangat kompleks di tengah gencarnya program pemerintah, tapi ada masalah serius yang justru terlepas dari pantauan kita,” tegas Ni’mah sapaan akrabnya, (15/5).

Menurut politisi PKB itu, ada banyak faktor yang dapat mendorong seseorang nekat membuang bayinya, mulai dari kehamilan di luar nikah, rasa malu karena hamil di usia tua, hingga tekanan ekonomi yang berat. Selain itu, pola pergaulan bebas di kalangan remaja juga disebut menjadi salah satu pemicu munculnya kehamilan yang tidak diinginkan.

Untuk itu, DPRD Banyuwangi meminta Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak meningkatkan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait kesehatan reproduksi dan bahaya pergaulan bebas.

Ni’mah juga menilai pengawasan dari lingkungan keluarga dan masyarakat perlu diperkuat. Ia mengajak tokoh agama, tenaga pendidik, serta para orang tua lebih aktif membimbing generasi muda agar tetap berpegang pada norma agama dan sosial.

Baca Juga:  Pelantikan dan Bimtek anggota KPPS se kecamatanTembelang

Di sisi lain, DPRD Banyuwangi turut mendorong aparat kepolisian mengusut seluruh kasus pembuangan bayi yang terjadi agar pelaku dapat diproses hukum dan memberikan efek jera.

Harapan kami kepada petugas kepolisian untuk bisa mengungkap siapa pelaku yang tega membuang bayinya, di saat di sisi lain banyak perempuan yang berjuang keras untuk bisa hamil dan mempunyai anak.

“Saya juga berharap kita bisa menekan supaya tidak ada lagi kasus pembuangan bayi. Kita harus lebih ekstra dalam pengawasan terutama pergaulan bebas dari anak-anak,” pungkasnya. (Amarta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *