Dinas PMD Provinsi Jatim Bersama Guru Besar Profesor Maftuch Resmikan “Bengkel Ternak” Desa Gunungsari

MOJOKERTO, mediabrantas.id – Saat ini Pemerintah Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto  telah melakukan inovasi dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan utamanya dalam berternak sapi atau lembu.

Desa Gunungsari telah membangun kandang komunal yang  menjadi tempat merawat sapi dengan bernama Kandang Kelompok Ternak “Lembu Makmur” untuk merawat sapi atau lembu dalam kondisi kurus yang kemudian dirawat agar bisa menjadi gemuk bernama “Bengkel Ternak” Desa Gunungsari.

Program  tersebut digalakkan oleh Kepala Desa Gunungsari, H. Susanto, setelah Desa Gunungsari menerima Bantuan Keuangan Khusus Program Desa Berdaya Tahun 2025 dari Pemprov Jawa Timur yang langsung diserahkan oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa secara simbolis kepada Kepala Desa Gunungsari, H.  Susanto di Pendopo Graha Majatama Pemkab Mojokerto beberapa bulan yang lalu.

Bengkel Ternak
Prof. DR. Ir. Maftuch didampingi Dinas PMD Jatim, Fadjar, Kades Gunungsari, H. Susanto, dan DPMD Kab. Mojokerto, H. Hadi bersama para pemuda yang merawat ternak sapi

Namun, sebelum acara Peresmian “Bengkel Ternak” di lokasi Kandang Kelompok Ternak Lembu Makmur terlebih dahulu di Pendopo Balai Desa Gunungsari dilaksanakan Pemaparan dan penyuluhan tentang keuntungan Berternak Lembu atau sapi bagi masyarakat yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Maftuch, M.Si., Guru Besar Universitas Negeri Brawijaya (UNIBRAW) Malang bersama Dinas PMD Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Fadjar Hendarto Iriadi, SH, Sub. Koordinator Promosi dan Pemasaran Usaha Ekonomi Desa didampingi oleh Kadis PMD Kabupaten Mojokerto, Sugeng Nuriyadi SIP, M.Si.

Baca Juga:  Kades Umbar Mulyadi Melantik dan Mengambil Sumpah Jabatan 3 Perangkat Desa Claket

Acara Peresmian Ikon Tematik Program Desa Berdaya Bengkel Ternak Desa Gunungsari ini diawali sambutan oleh Kades Gunungsari yang akrab disapa Abah Santo, yang menjelaskan kalau dana Bantuan Keuangan Khusus dari Gubernur Jatim tersebut digunakan untuk meningkatkan kegiatan peternakan yang menjadi keunggulan di Desa Gunungsari dengan mendirikan “Bengkel Ternak” sebagai tempat rehabilitasi sapi peliharaan warga.

” Alhamdulillah kandang komunal untuk Bengkel Ternak lembu atau Sapi di Desa Gunungsari sudah selesai dibangun dan sebentar lagi setelah acara penyuluhan di Pendopo Balai Desa Gunungsari ini akan diresmikan oleh Dinas PMD Provinsi Jawa Timur, ” ucap Kades Gunungsari Abah Santo, Jum’at, ( 28 / 11 / 2025 ).

Dipaparkan oleh Abah Santo, bahwa Bengkel Ternak yang dibangunnya itu menjadi Pusat Perawatan sapi dengan kondisi kurus, sakit-sakitan, dan kurang pakan.

“Dengan perawatan yang baik, hewan ternak itu akan menjadi sehat dan gemuk, dan harga jualnya pun menjadi tinggi. Jadi di “Bengkel Ternak” ini  sapi-sapi yang kurus akan kami dirawat supaya jadi gemuk,’’ lanjut Abah Santo.

Baca Juga:  Puluhan Ribu Warga PSHT Ikuti Bumi Reog Berdzikir 2024

Abah Santo juga menuturkan, kalau yang menjalankan “Bengkel Ternak” ini para pekerjannya, merupakan Pemuda Desa, lulusan S1 ( Sarjana )  yang tidak gengsi, dan para pemuda ini yang merawat sapi sapi di Bengkel Ternak, termasuk juga dengan menyediakan pakan dan merawat sapi.

“Para pemuda itu yang setiap hari merawat sapi sapi itu di Bengkel Ternak Desa Gunungsari ini,” kata Abah Santo lagi.

Menurut Abah Santo, didirikannya Bengkel Ternak ini menjadi upaya Pemerintah Desa Gunungsari untuk memberdayakan masyarakat.

“Selama ini Desa Gunungsari memang dikenal sebagai salah satu pusat peternakan sapi, antara lain telah diwujudkan melalui kepemilikan kandang komunal yang dikelola kelompok usaha ternak,” ucap Abah Santo.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Maftuch, M.Si., Guru Besar Universitas Negeri Brawijaya ( UNIBRAW ) Malang yang menjadi Nara Sumber Pada Acara Penyuluhan tentang Berternak Lembu atau sapi yang baik dan benar ini, mengapresiasi atau memuji atas inovasi dan kegigihan Kades Gunungsari Abah Santo, yang merupakan Kades muda dan dengan pemikirannya yang cerdas dengan inovasinya dalam mendongkrak perekonomian warganya dengan membuka lapangan pekerjaan dengan mendirikan “Bengkel Ternak”.

Baca Juga:  Jelang Pemilu, Pemdes Sanggrahan Bentuk Petugas Keamanan Desa

Namun yang membuat terharu dan bangga Guru Besar Profesor Maftuch para pekerja yang merawat ternak sapi di Bengkel Ternak Desa Gunungsari ini para Pemuda.

“Jadi pemuda itu jangan malu, kalau Korupsi itu baru malu, bawa rumput dan membersihkan kandang sapi itu halal dan berkah,  dan saya salut dengan para pemuda di Desa Gunungsari ini yang punya semangat bekerja untuk masa depannya.” ucap Profesor Maftuch salut.

Sementara itu di tempat yang sama Kepala DPMD Kabupaten Mojokerto, Sugeng Nuriyadi juga meng- apresiasi kepada Kades Gunungsari yang telah membangun Bengkel Ternak dan membuka lapangan pekerjaan bagi warganya.

“Saya salut dan bangga dengan Pak Kades Gunungsari yang telah menciptakan Inovasi dengan mendirikan Bengkel Ternak dan merekrut tenaga muda sebagai para pekerjanya yang ini tentunya akan meningkatkan Pendapatan dengan memberikan pemberdayaan bagi warganya, sehingga ekonomi masyarakat nya meningkat, dan semoga ini terus berkembang dan berkelanjutan terus, “pinta Sugeng Nuriyadi.

Usai acara penyuluhan bagi para peternak sapi di Desa Gunungsari ini acara dilanjutkan dengan Tasyakuran pemotongan tumpeng sebagai ucapan rasa syukur atas telah selesainya pembangunan “Bengkel Ternak” Desa Gunungsari, yang setelah  ini akan diresmikan oleh Dinas PMD Provinsi Jawa Timur dan Guru Besar Profesor Maftuch. (Kartono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *