Tak Terasa Sudah Memasuki Periode 23 Bulan Warga Dusun Banjarsari Mengikuti Khotmil Qur’an, Kirim Do’a dan Kenduri Tumpeng

MOJOKERTO, mediabrantas.id – Sudah 23 bulan ini warga Dusun Banjarsari, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto ini secara istiqomah (rutin) sebulan sekali diawal bulan mengadakan acara, Sholawatan, Khotmil Qur’an dan Do’a Bersama serta Kenduri, Tumpeng yang diprakarsai oleh Keluarga besar Hadi Purwanto, ST., SH., MH, yang diisi pula dengan ceramah agama oleh Kyai Mathori Hasan, Minggu Kliwon (03/05 /2026) di Aula terbuka Makam Umum Dusun Banjarsari (Eyang Temenggung Soekarto Widjoyono / Mbah Sentono).

Sementara itu kepada para wartawan Penanggungjawab Kegiatan, Hadi Purwanto, yang akrab disapa Mas Hadi ini mengatakan, bahwasanya kegiatan rutin Khotmil Qur’an dan Do’a Bersama ini merupakan sarana warga Banjarsari yang ingin berbakti kepada orang tua dan para leluhurnya.

Pria yang belum lama dikukuhkan sebagai Advokat itu menjelaskan tidak gampang untuk mengajak masyarakat untuk berbuat kebaikan apa lagi sampai Istiqomah dan sudah berjalan 23 bulan ini. “Kegiatan Rutin keagamaan yang secara Istiqomah ini kami selenggarakan ini tidak ada maksud atau kepentingan apa–apa, ini murni sebuah ibadah kita kepada Allah SWT, Kita belajar iklas kepada, Semua ini atas kehendak dan petunjuk langsung dari Alloh SWT, ” tegas Mas Hadi Didampingi tokoh masyarakat H. Ismail Pribadi, Mas Putut serta keluarganya.

Baca Juga:  Kacabdisdik Wilayah VI Pimpin Acara Sertijab Kasek
Advokat Hadi Purwanto SH MH bersama istri nya
Advokat Hadi Purwanto SH MH bersama istri nya

Dijelaskan oleh Direktur LBH Djawa Dwipa dan LKH Barracuda ini bahwa kegiatan rutin ini merupakan wadah Belajar untuk berbuat baik kepada sesama dan giat ini bisa bermanfaat bagi orang lain. ” Kita disini sama sama belajar untuk mensyukuri nikmat Allah SWT, dan Alhamdulillah, Kegiatan ini sudah 23 bulan berlalu, semua ini laksanakan bersama keluarga dan Warga Dusun Banjarsari semata -mata karena Lilahi Taala, demi Akhirat Kelak, karena semua yang bernyawa pasti akan mati, dan kematian itu nantinya akan dimintai pertanggungjawaban kita dihadapan Alloh SWT, Karena kehidupan Akhirat itu ada, ” lanjut Mas Hadi.

Mas Hadi mengatakan. ” Makanya kita selalu belajar Ikhlas hanya Semata -mata karena Alloh SWT, dan tidak ada niat yang macam – macam atau kepentingan politik sedikitpun di dalamnya, ” lanjut Mas Hadi.

Baca Juga:  Jok Becak di Ngadiluwih Diganti Gambar Deny-Muda

Sementara itu rangkaian acara rutinan giat kirim doa kepada para leluhur ini diawali dengan kegiatan Khotmil Qur’an, setelah itu dilaksanakan kirim doa kepada para leluhur dan para ahli kubur yang namanya telah tercatat di kertas yang telah ditulis oleh panitia.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan ceramah agama Islam yang secara rutin Disampaikan oleh Kyai Hasan Mathori.

Dalam ceramahnya Kyai Hasan Mathori
menyampaikan bahwa kegiatan rutin ini bukan acara biasa melainkan sarana spiritual untuk meraih keberkahan hidup.

Menurutnya, Khotmil Qur’an yang diprakarsai oleh Mas Hadi Purwanto merupakan bentuk ikhtiar bersama dalam memperkuat silaturahmi sekaligus memohon keselamatan dan kelancaran rezeki.

Kyai Hasan Mathori saat menyampaikan Ceramah nya
Kyai Hasan Mathori saat menyampaikan Ceramah nya

Menurut Kyai Hasan Mathori bahwa dalam rangkaian Khotmil Qur’an terdapat unsur doa, sholawat, bacaan Al-Qur’an, serta kalimat thayyibah yang diyakini memiliki kekuatan spiritual.

Baca Juga:  H. Suwandy Firdaus Siap Memenangkan Pasangan Khofifah - Emil dan Pasangan MUBAROK Nomor Urut 2 Dengan Kemenangan Mutlak

“ Jadi kepada para jamaah, Jika ingin mendapatkan rezeki yang barokah dan kehidupan yang tenteram, mari istiqomah mengikuti Khotmil Qur’an setiap bulan. Insya Allah doa-doa yang dipanjatkan akan dikabulkan,” ucap Kyai Hasan Mathori.

Kyai Hasan Mathori juga mengingatkan agar masyarakat tidak melupakan nilai-nilai spiritual saat memperoleh kelimpahan rezeki.

“Jangan sampai ketika sudah diberi kelapangan rezeki, justru melupakan sholawat dan kedekatan kepada Allah. Itu yang harus terus dijaga,” ucap Kyai Hasan Mathori mengingatkan.

Melalui kegiatan rutin ini, warga Dusun Banjarsari berharap tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, spiritualitas, serta membuka pintu rezeki yang penuh keberkahan.

Setelah itu acara ditutup dengan doa lalu dilanjutkan dengan murak tumpeng dan makan bersama dengan situasi guyub rukun dan kekeluargaan sama sama ingin mencari Berkah hidup dari Alloh SWT. ( Kartono )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *