Dipublikasikan pada 22 Oktober 2026
KEDIRI, mediabrantas.id – Warga Kediri, khususnya yang biasa menjadi pengguna jalan provinsi dari Kota Kediri sampai wilayah Kecamatan Pare, menyambut gembira adanya program pemeliharaan jalan tersebut.
Hal itu terlihat dari kegiatan konsultasi publik yang dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Jalan dan Jembatan (UPT PJJ) Kediri, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur, di kantor Kecamatan Gurah, Kamis, 22 Oktober 2026.
Hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala UPT PJJ Kediri, DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Ir. Ari Setijorini, S.T., M.T, beserta jajarannya, Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri, dan Provinsi Jatim, pelaksana dan pengawas proyek.
Kegiatan konsultasi publik ini juga dihadiri Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, di antaranya, Khusnul Arif, S.Sos, KH. Ahmad Tamim, S.H.I., M.H, R. Harisandi Savari, S.Pt., S.T, dan Martin Hamonangan, S.H., M.H.
Hadir pula Camat Gurah, H. Moch. Imron, S.Sos., M.M, Kapolsek Gurah, AKP Dwi Widodo, S.H, Danramil 0809/12, Kapten Inf. Sulistyono, Kapolsek Ngasem, Danramil 0809/04 Ngasem, Kapten Cba Mulyanto, serta jajaran Satlantas Polres Kediri yang dipimpin oleh Kanit Kamsel (Keamanan dan Keselamatan), IPDA Gigih Prajongko, S.H.
Selain itu, kegiatan konsultasi publik ini juga dihadiri oleh beberapa perwakilan kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh agama, dari wilayah Kecamatan Ngasem dan Gurah.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Khusnul Arif, S.Sos, dikonfirmasi mengatakan, kegiatan konsultasi publik ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan masukan, sekaligus nantinya ikut melakukan pengawasan atas pelaksanaan program tersebut.
“Alhamdulillah, tadi ada banyak masukan dari beberapa kepala desa, aparat Kepolisian, dan tokoh masyarakat. Bahkan setelah acara itu kita juga langsung melakukan pengecekan ke lokasi secara bersama-sama,” katanya.
Anggota dewan yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kota Kediri ini menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mendukung program tersebut, serta ikut memelihara jalan yang sudah diperbaiki menjadi halus itu.
“Kami berharap masyarakat bijak dalam berkendara. Nek dalane wis alus, ojo kebut-kebutan. Penggunaan jalan juga harus tetap sesuai peruntukannya, termasuk dengan memperhatikan tonase agar kondisinya bertahan sesuai rencana,” ucap Khusnul Arif.

Sedangkan Kepala UPT PJJ Kediri, Ir. Ari Setijorini, S.T., M.T, menjelaskan, pekerjaan ini dibiayai APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026, dan akan dikerjakan oleh PT Tri Jaya Cipta Makmur dengan konsultan pengawas PT Indoplan Inti Patria JPK Kediri.
“Penanganan utamanya berupa rekondisi pada bagian jalan yang rusak sebelum dilakukan pelapisan ulang (overlay). Jadi, sebelum kita overlay, jalan ini kita rekondisi dulu, dalam arti kita nanti akan mengupas aspal-aspal existing yang rusak, dan itu tidak semua. Disini ada spot-spot yang memang perlu kita ganti aspalnya. Kemudian kita ganti aspal yang dinamakan overlay,” ungkapnya.
Pihaknya mengaku selalu terbuka terhadap masukan masyarakat selama proses perbaikan berlangsung. Pemerintah desa atau warga dipersilakan berkoordinasi apabila membutuhkan material hasil pengupasan aspal, sesuai jumlah yang tersedia.
“Nah, sisa dari pasang aspal ini nanti seandainya ada bapak-bapak kepala desa atau warga masyarakat sekitar yang mungkin membutuhkan, monggo nanti bisa koordinasi dengan Pak Ari. Nanti mungkin dilihat volumenya,” tambahnya.
Rini juga meminta pelaksana dan pengawas proyek untuk memperhatikan masukan terkait waktu pengerjaan agar tidak menambah gangguan arus kendaraan. Informasi tentang kepadatan pada pagi dan sore hari, lanjutnya, akan menjadi bahan pengaturan di lapangan.
“Jadi nanti mungkin pelaksana, baik pengawas pekerjaan dari PPK, tolong nanti diperhatikan jam-jam seperti ini, jam-jam rawan, jam-jam lalu lintas padat, dan dimohon nanti dikondisikan pekerjaannya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gayam, Susilo, mengaku sangat senang adanya pelaksanaan pemeliharaan jalan provinsi yang melintasi desanya, apalagi seluruh pemerintah desa juga dilibatkan untuk memberikan usulan.
“Saya menjabat sebagai kepala desa hampir 19 tahun, baru kali ini dilibatkan dalam pelaksanaan pemeliharaan jalan provinsi. Selama ini, kami banyak sekali mendapat keluhan dari masyarakat, tapi tidak ada solusi. Alhamdulillah sekarang kami dilibatkan,” ucanya diamini beberapa kades lainnya. (Zainal)












