Dipublikasikan pada 21 Oktober 2026
TEBO, mediabrantas.id – Dua tahun kepemimpinan Bupati Tebo Agus Rubiyanto, SE., MM dan Wakil Bupati Nazar Efendi, SE., M.Si, lahir sebuah inovasi fenomenal dalam penanganan stunting yang menyentuh hati. Inovasi itu bernama S4 GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).

Bukan sekadar program bantuan biasa, S4 GENTING adalah terobosan kemanusiaan yang berhasil mengubah kepedulian Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi sebuah gerakan gotong royong yang terstruktur, berjenjang, dan tepat sasaran.
Inovasi yang diluncurkan sejak November 2025 melalui Surat Keputusan Bupati Tebo tentang Inovasi Daerah Penanggulangan Stunting ini mengusung filosofi yang sangat sederhana namun menggerakkan: bahwa kebaikan besar lahir dari keikhlasan kecil yang dikumpulkan bersama.

Filosofi itu terangkum dalam 4S
S1 – Segenggam Beras,
S2 – Sebutir Telur,
S3 – Sekotak Susu,
S4 – Seribu Uang.
Meski terlihat kecil, kontribusi tersebut dikumpulkan dari ribuan ASN dan disalurkan langsung kepada Keluarga Berisiko Stunting (KRS), ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK), serta balita dengan gizi kurang yang telah terdata secara by name by address oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Gerakan Berjenjang Hingga ke Pelosok Desa
Kehebatan S4 GENTING terletak pada sistemnya yang berjenjang. Gerakan ini dijalankan dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan. Para Camat didapuk sebagai Bapak Asuh Kecamatan, sementara Kepala Desa dan Lurah menjadi Bapak Asuh Desa/Kelurahan, sehingga intervensi bantuan benar-benar menjangkau keluarga sasaran hingga ke pelosok.
Setiap tanggal 17, bertepatan dengan Hari Kesadaran Nasional (HKN), seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tebo serentak mengumpulkan bantuan S4 GENTING untuk kemudian disalurkan dengan penuh kasih.

Berbuah Penghargaan dan Melaju ke Kancah Nasional
Komitmen tulus ini tak sia-sia. S4 GENTING mendapat apresiasi dan penghargaan dari BKKBN Perwakilan Provinsi Jambi. Pengakuan tersebut menjadi suntikan semangat bagi Pemkab Tebo.
Bahkan, kini inovasi kebanggaan Tebo ini tengah melangkah lebih jauh dengan mengikuti ajang Genting Award Tingkat Nasional Tahun 2026. Ini adalah panggung pembuktian bahwa inovasi dari daerah dengan filosofi sederhana mampu bersaing dan memberi inspirasi di tingkat nasional.

Sederhana, Namun Menggerakkan Ribuan Hati
Kekuatan utama S4 GENTING adalah kesederhanaannya. Agus-Nazar membuktikan bahwa untuk bergerak membantu sesama, tidak harus selalu menunggu anggaran besar. Dengan mengonsolidasikan kepedulian, kontribusi kecil dari banyak orang menjelma menjadi kekuatan besar.
Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Tebo, jumlah Keluarga Berisiko Stunting yang terverifikasi pada tahun 2025 mencapai sekitar 22 ribu keluarga. Dari dua kali pelaksanaan dalam setahun, hampir 300 keluarga telah merasakan langsung manfaatnya. Angka ini akan terus diperluas cakupannya.

Gerakan ini pun selaras dengan keberhasilan percepatan penurunan stunting di Tebo. Jika pada awal pemerintahan Agus-Nazar tahun 2025 prevalensi stunting tercatat di angka 24,2 persen, maka pada Agustus 2026 angka tersebut berhasil ditekan secara signifikan menjadi 0,4 persen. Cakupan kunjungan balita ke Posyandu juga melonjak dari 77 persen menjadi sekitar 94 persen.
Bagi Agus-Nazar, inilah makna sejati dari pembangunan. Seperti yang selalu mereka sampaikan, “Infrastruktur itu penting, tetapi membangun manusia jauh lebih penting. S4 GENTING bukan hanya program dinas, melainkan gerakan kemanusiaan.”
Melalui S4 GENTING, Agus-Nazar telah berhasil menggerakkan ASN, ASN menguatkan kepedulian, dan gotong royong menjadi kekuatan nyata Tebo menuju Zero Stunting. (Armayati)












